Sedia Payung sebelum Hujan, Asuransi Diharapkan Jadi Pelindung dari Risiko
- 21 Sep 2026 18:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Rusmiadi, menyebut peribahasa sedia payung sebelum hujan dinilai sesuai untuk menggambarkan pentingnya asuransi. Hal ini sebagai instrumen pengelolaan risiko sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pesan itu disampaikannya, saat mewakili Gubernur Sulawesi Tengah saat menghadiri peringatan Hari Asuransi Nasional 2026. Kegiatan ini digelar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Palu di halaman Kantor Askrindo, Minggu, 20 September 2026.
Rusmiadi mengatakan, Hari Asuransi Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan literasi asuransi. Sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat, mengenai pentingnya perlindungan dan pengelolaan risiko dalam kehidupan.
“Asuransi bisa menjadi penghilang kekhawatiran terhadap risiko,” ujarnya.
Menurut Rusmiadi, perlindungan tidak semestinya baru dipikirkan ketika risiko telah terjadi. Justru, kesadaran untuk mempersiapkan proteksi sejak dini merupakan salah satu langkah dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan.
“Mari kita bangun kesadaran bahwa perlindungan bukan hanya untuk hari ini, tapi merupakan investasi untuk menghadapi masa depan,” kata Rusmiadi.
Melalui momentum ini, ia berharap industri asuransi terus berkembang menjadi sektor yang terpercaya. Termasuk mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga industri asuransi semakin terpercaya, inklusif, dan memberikan manfaat yang luas,” kata Rusmiadi.
Senada, Ketua AAUI Cabang Palu, Ibnu Rama Hiddan All Edden, mengatakan asuransi semestinya tidak lagi dipandang sebagai produk sekunder. Utamanya, bila masyarakat memahami manfaatnya sebagai salah satu instrumen perlindungan terhadap risiko.
Menurutnya, mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Sehingga, perlu dijawab industri asuransi melalui edukasi dan peningkatan literasi.
Selain itu, ia berharap peringatan tersebut dapat menjadi ruang kolaboratif agar industri asuransi dapat turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semoga dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan engagement (keterlibatan) pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan secara simbolis santunan klaim asuransi kebakaran dengan objek pertanggungan berupa bangunan rumah tinggal.
Acara turut dihadiri Manajer Madya OJK Sulawesi Tengah, Hendrik Benyamin, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmat Mustafa. Termasuk, jajaran manajemen dan karyawan dari 18 perusahaan asuransi umum yang tergabung dalam AAUI Cabang Palu. (KA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....