Pemkot Palu Dorong Peningkatan Literasi Asuransi Masyarakat

  • 21 Sep 2026 12:31 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu menilai literasi dan inklusi perasuransian masyarakat perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan dan pengelolaan risiko dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Asuransi Nasional Tahun 2026 yang digelar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Palu di halaman Kantor Askrindo Palu, Minggu, 20 September 2026.

Wali Kota Palu diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, menghadiri kegiatan tersebut bersama pelaku industri perasuransian dan sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut menjadi ajang edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat asuransi sebagai instrumen perlindungan terhadap berbagai risiko.

Rahmad mengatakan peringatan Hari Asuransi Nasional tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan risiko dan perencanaan keuangan.

“Atas nama Pemerintah Kota Palu, saya menyampaikan selamat memperingati Hari Asuransi Nasional Tahun 2026 kepada seluruh insan perasuransian, khususnya keluarga besar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Cabang Palu,” ujarnya.

Ia menjelaskan masyarakat saat ini menghadapi berbagai risiko yang tidak selalu dapat diprediksi, mulai dari kesehatan, kendaraan, tempat tinggal, usaha hingga bencana. Karena itu, industri asuransi memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat.

“Bagi Pemerintah Kota Palu, hal ini menjadi semakin relevan. Kota Palu merupakan daerah yang memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai bencana dan dinamika pembangunan. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko dan mempersiapkan perlindungan terhadap aset maupun kegiatan ekonominya perlu terus ditingkatkan,” ucapnya.

Rahmad mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan literasi perasuransian di tengah masyarakat. Sebagian warga masih menganggap asuransi sebagai produk yang rumit, mahal, atau hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.

“Jangan sampai masyarakat hanya mengenal asuransi ketika terjadi risiko. Sebaliknya, masyarakat perlu memahami bahwa asuransi merupakan bagian dari upaya mempersiapkan diri sebelum risiko terjadi,” ucapnya.

Menurut Rahmad, industri asuransi juga memiliki peluang besar dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perlindungan terhadap aset dan aktivitas usaha dinilai dapat membantu pelaku UMKM lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.

Ia berharap AAUI Cabang Palu bersama perusahaan asuransi yang beroperasi di Kota Palu dapat terus memperluas edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perasuransian yang mudah dipahami dan sesuai kebutuhan.

“Mari kita bangun persepsi bahwa asuransi bukan sekadar produk keuangan, tetapi merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memberikan rasa aman, menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga, serta mempertahankan keberlanjutan usaha ketika risiko terjadi,” ujarnya.

Rahmad menambahkan kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi keberlanjutan industri perasuransian. Karena itu, integritas, profesionalisme, transparansi, dan perlindungan konsumen harus terus dijaga oleh seluruh pelaku industri.

Melalui peringatan Hari Asuransi Nasional 2026, Pemerintah Kota Palu mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi pengelolaan risiko. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan ekonomi keluarga, perlindungan UMKM, serta pembangunan ekonomi daerah yang lebih tangguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....