Maulid Nabi PW IKA PMII Sulteng: Telur dari Non-Muslim Jadi Simbol Toleransi

  • 20 Sep 2026 13:31 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahim Kebangsaan sebagai momentum memperkuat persaudaraan, kerukunan, serta komitmen kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang digelar di Palu, Sabtu, 19 September 2026 malam itu dihadiri Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, jajaran pengurus dan alumni PMII, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah elemen masyarakat.

Salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan Maulid Nabi tersebut adalah keterlibatan warga non-Muslim dalam menyiapkan telur Maulid. Keterlibatan ini menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana keberagaman dapat diwujudkan dalam bentuk gotong royong dan kepedulian antarsesama.

PW IKA PMII Sulawesi Tengah memandang keterlibatan warga non-Muslim tersebut sebagai cerminan kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Tengah yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan kemanusiaan.

“Telur Maulid yang disiapkan oleh saudara-saudara kita yang non-Muslim adalah simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk saling menghormati, saling membantu dan bergotong royong. Inilah wajah kebangsaan yang ingin kita rawat,” ujar Ketua PW IKA PMII Sulawesi Tengah, Rahmawati M. Nur.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti pada seremoni keagamaan. Nilai dan keteladanan Rasulullah SAW perlu diterjemahkan dalam kehidupan sosial, terutama melalui sikap saling menghormati, membangun persaudaraan, menegakkan keadilan, dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.

Kehadiran Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pesan persatuan dan silaturahim antarelemen umat. Perbedaan organisasi, tradisi, maupun corak pemikiran keislaman dapat ditempatkan dalam semangat yang sama untuk menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat.

“Kita boleh berbeda agama, berbeda organisasi dan berbeda latar belakang. Tetapi dalam kehidupan kebangsaan kita mempunyai tanggung jawab yang sama: menjaga persaudaraan, menjaga kedamaian dan menjaga Indonesia,” katanya.

PW IKA PMII Sulawesi Tengah menegaskan, Silaturahim Kebangsaan akan terus didorong menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Agama diharapkan tidak hanya hadir sebagai sumber nilai spiritual, tetapi juga menjadi kekuatan moral dalam memperkuat kemanusiaan, toleransi, dan persatuan.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat Palu dan Sulawesi Tengah memiliki modal sosial dalam merawat keberagaman. Semangat saling membantu yang ditunjukkan melalui keterlibatan warga lintas agama menjadi bagian dari praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam kemanusiaan. Berbeda dalam organisasi, bersatu dalam kebangsaan.

Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat yang ingin ditegaskan PW IKA PMII Sulawesi Tengah melalui Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahim Kebangsaan, yakni menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan berbangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....