PW IKA PMII Sulteng: Maulid Nabi Momentum Teladani Akhlak dan Rawat Persatuan
- 20 Sep 2026 06:09 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat keteladanan terhadap akhlak Rasulullah, mulai dari kejujuran, amanah, keadilan, hingga kepedulian kepada sesama manusia.
Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu, 19 September 2026 malam.
Ketua PW IKA PMII Sulteng Rahmawati M. Nur di Palu mengatakan peringatan Maulid tidak seharusnya dimaknai sebatas perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan tersebut perlu diikuti dengan upaya menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid kali ini bukan cuma sekadar merayakan hari kelahiran Nabi, tapi adalah satu momentum untuk kita meneladani akhlakul karimah dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, mulai dari persoalan kejujuran, amanah, keadilan dan menyayangi sesama kita, umat manusia,” kata Rahmawati yang juga anggota DPRD Sulteng.
Ia berharap kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus meningkat melalui peringatan Maulid. Kecintaan tersebut, kata Rahmawati, perlu diwujudkan dengan menjalankan ajaran Rasulullah, meskipun peringatan Maulid dilaksanakan setelah waktu kelahiran Nabi diperingati.

“Saya berharap mudah-mudahan lewat kesempatan ini, kecintaan kita kepada Rasulullah itu semakin meningkat. Ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah sehingga walaupun sudah lewat kita masih bisa melaksanakan pada malam hari ini,” ujarnya.
Menurut Rahmawati, nilai-nilai keteladanan Rasulullah perlu terus dihidupkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap jujur, amanah, adil, dan menyayangi sesama dinilai relevan untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Peringatan Maulid yang digelar PW IKA PMII Sulawesi Tengah tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Dalam kegiatan itu, Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Amin Parakasi, menyampaikan pidato kebangsaan mengenai pentingnya umat Islam meneladani sifat Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bernegara. Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido mengatakan peringatan Maulid dapat menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk mengukur sejauh mana keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan.
“Peringatan Maulid malam ini ibarat berkaca cermin untuk melihat kembali diri kita sudah sejauh manakah kita mengenal, mencintai, dan meniru akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,” kata Reny.
Reny mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai salah satu ajaran utama Rasulullah SAW. Ia juga menyampaikan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh tingginya kedudukan, melainkan oleh seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.
“Di antara yang beliau sukai jika mengetahui umatnya konsisten menjaga salat. Untuk itu jangan pernah kita meninggalkan salat,” ujarnya.
Menurut Reny, ajaran Nabi Muhammad SAW mengenai kepedulian dan kemanfaatan sosial perlu menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Setiap orang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif sesuai peran dan tanggung jawabnya.
“Kemuliaan seseorang itu bukan karena seberapa tinggi kedudukannya tetapi seberapa besar manfaatnya kepada sesama kita manusia,” kata Reny.
Ia berharap penerapan nilai-nilai tersebut dapat memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan sekaligus membantu menjaga masyarakat dan bangsa dari berbagai ancaman, bahaya, serta bencana yang tidak diinginkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....