Anindya Bakrie Lantik Pengurus Kadin Sulteng, Dorong Investasi di Luar Nikel
- 17 Sep 2026 07:47 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan pengurus Kadin Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2026–2031.
Pelantikan tersebut berlangsung di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, Rabu, 16 September 2026 malam.
Dalam strukturnya, kepengurusan Kadin Sulteng periode 2026–2031 terdiri atas satu ketua yang dijabat Gufran Ahmad, lima bidang utama, 19 wakil ketua, dan 55 anggota komite.
Ketua Kadin Sulteng Gufran Ahmad dalam sambutannya mengatakan, kepengurusan Kadin Sulteng periode 2026–2031 dibangun sebagai rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita ingin pengusaha lokal menjadi bagian dari pertumbuhan, bukan hanya menjadi penonton atau cadangan. Pengusaha lokal harus masuk ke dalam rantai pasok industri, memperoleh akses pasar, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing,” kata Gufran.
Menurut dia, Kadin tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi dinamisator dunia usaha dengan menerjemahkan program pemerintah menjadi peluang bisnis yang nyata.
Keberhasilan organisasi, katanya, akan diukur dari terbukanya peluang usaha, meningkatnya kapasitas pengusaha lokal, bertambahnya lapangan kerja, serta semakin banyaknya UMKM yang terlibat dalam rantai pasok industri.
"Namun kita juga menyadari bahwa akselerasi ekonomi Sulawesi Tengah tidak mungkin dilakukan oleh Kadin Sulawesi Tengah sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan yang kuat dari Kadin Indonesia serta pemerintah Sulawesi Tengah," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan optimisme terhadap potensi ekonomi Sulawesi Tengah. Menurutnya, potensi daerah tidak hanya bertumpu pada nikel dan hilirisasi, tetapi juga sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, seperti kelapa, durian, dan kakao.
“Manfaatkan jaringan nasional dan internasional untuk memperluas promosi investasi serta membuka akses pasar bagi pelaku usaha daerah,” ujar Anindya.
Ia juga mengingatkan pengurus baru agar menjalankan amanah organisasi dengan menghadirkan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya UMKM, pencari kerja, dan generasi muda.
“Tiga kata untuk pengurus yang baru, yaitu harus bermanfaat, berdampak, dan amanah,” ucapnya.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido menyatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap memperkuat kolaborasi bersama Kadin dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Reny menyebut Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di berbagai sektor, tidak hanya pertambangan, tetapi juga pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah menyiapkan sejumlah program pengembangan ekonomi, termasuk pencetakan 3.000 hektare sawah dengan pendekatan pertanian modern untuk mendukung Sulawesi Tengah sebagai lumbung pangan.
“Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit. Yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan,” kata Reny.
Reny berharap kepengurusan Kadin Sulteng yang baru dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah melalui kolaborasi, investasi, dan prestasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....