Resmikan Groundsill Karaupa, Anwar Hafid Prioritaskan Kepentingan Rakyat
- 14 Sep 2026 17:11 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pembangunan dan investasi di daerah harus tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meresmikan pembangunan groundsill (ground seal) cek dam Sungai Karaupa, perbaikan jalan inspeksi dan pipanisasi air baku di Desa Lasampi, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Senin 14 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Anwar juga meninjau Bendungan Irigasi Karuapa untuk memastikan fungsi bendungan sebagai sumber pengairan masyarakat tetap terjaga di tengah pemanfaatan air untuk kebutuhan industri.
Anwar mengatakan persoalan Bendungan Karuapa bukan hal baru, terutama terkait pendangkalan yang dapat mengganggu fungsi bendungan. Ia menegaskan persoalan kewenangan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya kepentingan masyarakat.
“Saya tidak melihat soal kewenangan waktu itu. Saya melihat ini buat rakyat. Jadi kewenangan bukan masalah,” tegas Anwar.
Menurutnya, sekitar setahun lalu dirinya juga menghentikan rencana pengambilan air dari bagian atas bendungan karena berpotensi mengganggu pengairan masyarakat. Setelah dilakukan pembahasan dengan pihak perusahaan, disepakati pengambilan air dilakukan dari bagian bawah agar kebutuhan industri tetap terpenuhi tanpa mengganggu sumber air masyarakat.
“Saya bilang, kalau bisa ambil di bawahnya, yang sisa-sisanya saja. Jangan ambil yang intinya,” ujarnya.
Ia juga meminta penguatan struktur Bendungan Karuapa yang telah berusia sekitar 25 tahun melalui pembangunan groundsill untuk memperkuat bagian bawah bendungan dan mengantisipasi potensi kerusakan akibat tekanan air. Selain itu, jalan inspeksi diminta diperbaiki agar dapat dimanfaatkan petani.
Terkait pipanisasi, Anwar meminta setiap lahan masyarakat yang dilalui jaringan pipa terlebih dahulu diberikan kompensasi.
“Kalau ada lahan masyarakat yang dilewati oleh pipa ini segera diganti rugi. Jangan lakukan pembangunan kalau tidak diganti rugi dulu. Kalau bisa ganti untung, jangan ganti rugi,” kata Anwar.
Ia juga menegaskan pemanfaatan sumber daya air harus dilakukan secara adil dan tidak seluruhnya diberikan kepada perusahaan.
“Jangan semua kasih ke perusahaan. Tetap sisakan untuk masyarakat. Jadi dibagi,” tegasnya.
Di hadapan masyarakat dan pihak perusahaan, Anwar menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan bisnis pribadi dalam pengelolaan investasi di daerah.
“Saya tidak neko-neko. Saya tidak pernah minta bisnis sama Mr. Chai karena tugas saya bukan pebisnis, tapi pelayan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur BTIIG Mr. Chai Zhenyang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Morowali atas dukungan selama pengembangan kawasan serta menegaskan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama daerah, membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal dan memperhatikan lingkungan.
Peresmian tersebut menegaskan pesan Anwar bahwa investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap sumber air, lahan, pertanian, akses masyarakat dan kesempatan kerja warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....