KPID Sulteng: RRI Tetap Relevan di Era Digital

  • 11 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Andi Kaimuddin, menilai Radio Republik Indonesia (RRI) masih memiliki peran strategis di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat. Menurutnya, tantangan utama radio saat ini bukan sekadar mempertahankan jumlah pendengar, melainkan menjaga relevansi sesuai kebutuhan masyarakat.

Andi mengatakan RRI telah menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui berbagai platform digital. Kehadiran layanan streaming, podcast, media sosial, dan aplikasi digital dinilai menjadi langkah penting agar radio tetap menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

"Di usia ke-81 tahun, RRI harus tetap relevan dan tetap menjadi suara masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus bisa ditangkap dan dijawab oleh RRI," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu, 9 September 2026.

Meski demikian, Andi menegaskan transformasi digital tidak berarti radio harus meninggalkan siaran berbasis frekuensi. Menurutnya, frekuensi radio masih menjadi sarana informasi yang sangat dibutuhkan, terutama saat terjadi kondisi darurat atau bencana.

Ia mencontohkan peristiwa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018. Saat jaringan telekomunikasi dan internet mengalami gangguan, radio menjadi salah satu media yang tetap dapat diakses masyarakat untuk memperoleh informasi.

Menurut Andi, pengalaman tersebut menunjukkan radio memiliki keunggulan yang sulit digantikan platform digital lainnya. Selain berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, radio juga dapat mendukung sistem peringatan dini atau early warning system saat terjadi bencana.

Ia juga menilai radio dan televisi tetap menjadi sumber informasi yang kredibel karena seluruh materi siaran melalui proses produksi dan verifikasi sebelum disampaikan kepada publik. Hal itu menjadi salah satu pembeda utama dengan berbagai informasi yang beredar bebas di media sosial.

"Kalau ingin mendapatkan informasi yang antihoaks, mari kembali mendengarkan radio dan menonton televisi. Informasi yang disiarkan telah melalui proses produksi sebelum disampaikan kepada masyarakat," katanya.

Andi berharap RRI terus memperkuat layanan multiplatform tanpa meninggalkan kekuatan utamanya sebagai media berbasis frekuensi. Dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, RRI dinilai memiliki peluang besar untuk tetap menjadi sumber informasi terpercaya sekaligus ruang komunikasi publik yang relevan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....