BPBD Donggala: 44 Karhutla Terjadi hingga Agustus 2026
- 31 Agt 2026 10:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat sebanyak 44 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah tersebut hingga 31 Agustus 2026.
“Untuk kondisi di Kabupaten Donggala sendiri per itu ada 44 kejadian. Tapi tidak dibedakan intensitas besar atau kecilnya (karhutla),” kata Pejabat BPBD Donggala, Muhammad Natsir di Banawa, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Natsir, Agustus menjadi bulan dengan kejadian karhutla paling masif sepanjang tahun ini. Dalam sehari, BPBD bahkan dapat menemukan dua hingga tiga titik api di sejumlah wilayah.
“Di Agustus ini untuk sementara ini Agustus memang paling banyak kejadian. Bahkan dalam satu hari itu kita bisa menemukan dua sampai tiga titik api,” ujarnya.
Natsir menyebut, kejadian dengan dampak paling luas terjadi di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata pada Selasa, 18 Agustus 2026. Penanganan kebakaran di lokasi itu disebut membutuhkan waktu sekitar dua hari.
Berdasarkan pemetaan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Donggala, luas lahan yang terdampak kebakaran di Desa Alindau diperkirakan mencapai sekitar 13 hektare.
“Penanganannya dua hari. Kemudian proses pemadaman itu dilakukan oleh BPBD dibantu pasukan dari anggota TNI/Polri ditambah masyarakat. Itu kurang lebih 150 orang yang terlibat langsung,” sebut Natsir.
Sementara itu, BPBD Donggala belum merekapitulasi total keseluruhan luas lahan yang terbakar dari 44 kejadian tersebut. Namun, Alindau menjadi lokasi dengan luasan terdampak terbesar berdasarkan data yang telah dipetakan.
Natsir mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab dominan dari seluruh kejadian karhutla. Sebagian besar kebakaran terjadi di lokasi yang tidak terdapat aktivitas masyarakat sehingga proses penelusuran terhadap sumber api mengalami kendala.
Meski demikian, BPBD menemukan sejumlah kejadian yang berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran lebih mudah meluas ketika vegetasi dalam kondisi kering.
Selain itu, Natsir menambahkan tingginya kejadian karhutla pada Agustus juga dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin panas dan kering seiring puncak fenomena El Nino. Berdasarkan informasi BMKG yang diterima BPBD, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga September.
“Jadi pas ini kan menurut BMKG kemarin puncak El Nino sendiri itu dimulai pada bulan Agustus sampai bulan September,” katanya.
BPBD Donggala mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering dan panas untuk mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi meluas menjadi karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....