Teladan Rasulullah di Era Digital, Dimulai dari Pendidikan Keluarga

  • 27 Agt 2026 11:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Perkembangan teknologi digital membuat anak semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui gawai. Kondisi ini menjadi tantangan bagi orang tua untuk tetap menanamkan nilai agama dan akhlak, salah satunya dengan mengenalkan keteladanan Rasulullah sejak dini.

Ustaz Anata Sulung Purwanto, M.Pd, mengatakan pendidikan pertama bagi anak berasal dari lingkungan keluarga. Orang tua atau wali memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan anak kepada agama, Allah SWT, Rasulullah SAW, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan.

Menurut Anata, peran tersebut semakin penting di tengah kemudahan anak dalam menggunakan telepon seluler. Anak yang diberikan akses gawai tanpa pendampingan berisiko menerima berbagai informasi tanpa mengetahui mana yang baik dan buruk.

“Kalau orang tuanya tidak kasih pendidikan sejak dini, mengenalkan hal-hal yang baik kepada anaknya, otomatis informasi yang ada dari handphone itu yang dia ambil,” ujar Anata dalam dialog Mutiara Pagi Islami di RRI Pro 1 Palu, Kamis, 27 Agustus 2026.

Ia menilai penggunaan gawai bukan berarti harus sepenuhnya dilarang, namun perlu dibatasi dan disesuaikan dengan usia anak. Orang tua juga perlu hadir memberikan pendampingan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa menggeser pendidikan karakter dan agama dalam keluarga.

Selain pendidikan agama, ia mengingatkan pentingnya mengenalkan sosok Rasulullah kepada anak agar mereka memiliki figur teladan. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diawali dengan mengenal sifat, perilaku dan cara Rasulullah menjalani kehidupan.

Ia menyebut sejumlah sifat Rasulullah yang dapat menjadi contoh, di antaranya As-Siddiq atau jujur, Amanah atau dapat dipercaya, serta Al-Fatanah atau cerdas. Nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan dan contoh yang diberikan orang tua.

Anata juga meminta orang tua tidak mudah menyerah ketika anak belum menerima nasihat. Menurutnya, proses mendidik membutuhkan kesabaran, ketekunan dan keteladanan yang dilakukan secara terus-menerus.

Ia mengibaratkan pendidikan seperti tetesan air yang mampu melubangi batu keras apabila dilakukan berulang kali. Karena itu, orang tua diharapkan tetap memberikan nasihat dan contoh yang baik meski menghadapi berbagai tantangan dalam mendidik anak di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....