Kasus DBD di Palu Januari-Juli 2026 Capai 220 Orang, Nihil Kematian
- 25 Agt 2026 14:40 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu mencatat sebanyak 220 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 213 kasus.
Sub Koordinator Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Palu, Muhammad Irzam mengatakan, tren kasus DBD di Kota Palu masih bersifat fluktuatif dari bulan ke bulan. Meski terjadi peningkatan jumlah kasus, hingga Juli 2026 tidak ditemukan kasus kematian akibat DBD.
“Data kami sampai Juli 2026 tercatat 220 kasus. Alhamdulillah tidak ada kematian akibat DBD,” ujar Irzam kepada RRI melalui sambungan telepon Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Irzam, kasus DBD pada awal tahun sempat berada di angka 26 kasus pada Januari. Setelah itu jumlah kasus mengalami kenaikan dan penurunan secara bergantian di beberapa bulan berikutnya.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Kota Palu terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian. Salah satunya melalui penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus positif yang dilaporkan rumah sakit.
Ia menjelaskan, setiap laporan kasus positif DBD dari rumah sakit akan diteruskan ke puskesmas setempat untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi. Hasil penyelidikan tersebut menjadi dasar penentuan pelaksanaan pengasapan atau fogging.
“Fogging hanya dilakukan pada kasus yang sudah dinyatakan positif oleh rumah sakit dan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh puskesmas,” katanya.
Selain pengendalian kasus, Dinkes Palu juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan promosi kesehatan. Edukasi dilakukan di sekolah-sekolah melalui program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Menurut Irzam, program Jumat Palu Sehat juga menjadi salah satu sarana yang efektif untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di berbagai kelurahan di Kota Palu.
“Melalui Jumat Palu Sehat, kami menyampaikan berbagai edukasi kesehatan kepada masyarakat, termasuk pencegahan DBD dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Ia menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan turut berkontribusi dalam menekan risiko penyebaran DBD. Karena itu, masyarakat diminta terus menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” katanya.
Dinkes Kota Palu berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu memutus rantai penularan DBD dan menekan jumlah kasus di Kota Palu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....