Kekeringan Landa Parimo, 1.400 Hektare Lahan Pertanian dan Perkebunan Terdampak
- 22 Agt 2026 05:11 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parimo — Kekeringan meteorologis dan hidrologis melanda sejumlah desa di Kecamatan Mepanga, Kecamatan Bolano Lambunu, dan Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. Kondisi tersebut terjadi karena hujan tidak turun sejak pertengahan Juni 2026.
Hal ini menyebabkan ketersediaan air di sejumlah wilayah terus menurun dan memicu kekeringan hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Penurunan debit air ini mengancam keberlangsungan sektor produktif dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di daerah tersebut.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, wilayah terdampak meliputi tujuh desa di Kecamatan Mepanga, yakni Desa Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung, dan Ogotion. Selain itu, kekeringan juga terjadi di Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu, serta Desa Ambesia Barat, Kecamatan Tomini.
"Dampak kekeringan paling besar dirasakan pada sektor pertanian dan perkebunan," ucap Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, dalam keterangannya.
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, sekitar 1.400 hektare lahan persawahan dan perkebunan dipastikan terdampak. Khusus Desa Kotaraya Selatan, sekitar 200 hektare lahan pertanian dilaporkan terancam gagal panen.
Kondisi ini juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Di Desa Kayu Agung, tercatat dua kepala keluarga terdampak akibat keterbatasan air bersih.
"Debit sumber air utama di wilayah tersebut dilaporkan hanya tersisa sekitar 25 persen dari kondisi normal, sementara debit sumber air di sejumlah wilayah lainnya juga mengalami penurunan," tuturnya.
Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat desa, Babinsa, dan masyarakat setempat telah melakukan peninjauan lokasi serta asesmen cepat di lapangan. Saat ini, kebutuhan mendesak warga mencakup pengadaan mesin Alkon dan pembuatan sumur bor untuk mengantisipasi dampak kekeringan lanjutan.
Menindaklanjuti kekeringan yang melanda berbagai wilayah, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, telah mengeluarkan Surat Edaran untuk mengantisipasi kebakaran hutan (Karhutla) dan kekeringan akibat El-Nino. Dalam edaran tersebut, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, sekaligus mulai menyimpan cadangan air bersih guna menghadapi kemarau panjang.
Warga juga diminta proaktif untuk segera melaporkan temuan titik api maupun krisis pasokan air kepada pemerintah desa atau instansi terkait. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah memercayai informasi atau isu kebencanaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....