Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
- 12 Agt 2026 08:50 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Polres Parigi Moutong, Selasa 11 Agustus 2026.
Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda. Kegiatan dipimpin Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan AN, S.I.K., M.H., serta melibatkan unsur TNI AL, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.
Dalam apel tersebut ditegaskan, Karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan dampak sosial dan ekonomi.
Penanganan Karhutla difokuskan pada tiga langkah utama, yakni pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, respons cepat atau early attack untuk memadamkan titik api sedini mungkin, serta pemantauan terpadu di kawasan yang rawan Karhutla.
Usai apel, Wakil Bupati H. Abdul Sahid bersama Forkopimda meninjau langsung kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang dimiliki masing-masing instansi.
Abdul Sahid menilai pengecekan tersebut penting untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
“Alhamdulillah, apel dan pengecekan ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap keselamatan masyarakat Parigi Moutong. Dari hasil peninjauan, kita bisa melihat kelengkapan yang ada sekaligus menginventarisasi apa yang masih kurang. Jika memang masih ada kebutuhan peralatan penanganan Karhutla yang belum terpenuhi, Insya Allah pemerintah daerah siap mengalokasikan dan mempersiapkannya,” tegas Abdul Sahid.
Menurutnya, luas wilayah Kabupaten Parigi Moutong membuat kewaspadaan terhadap potensi Karhutla perlu terus ditingkatkan, terutama ketika kondisi cuaca ekstrem.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api. Upaya pencegahan, menurutnya, tidak dapat hanya mengandalkan aparat dan instansi penanggulangan bencana.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas TNI, Polri, Damkar, atau Basarnas semata. Ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, seluruh masyarakat harus ekstra hati-hati dan ikut menjaga lingkungan masing-masing,” imbau Abdul Sahid.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap apel dan pengecekan peralatan tersebut semakin memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan personel dan sarana penanggulangan Karhutla siap dikerahkan sewaktu-waktu.
Kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api, sehingga kebakaran hutan dan lahan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....