PW IPM Sulteng Siapkan Era Baru, Perkuat Organisasi hingga Akar Rumput

  • 22 Agt 2026 21:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Tengah periode 2026-2028 menargetkan penguatan kelembagaan dan perluasan jaringan organisasi hingga 13 pimpinan daerah. Selain pengembangan organisasi, kepengurusan baru juga menyiapkan program kaderisasi, tata kelola keuangan, serta pengarusutamaan gender.

Pengurus PW IPM Sulteng periode 2026-2028 yang baru dilantik pada Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari kepengurusan hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-18. Dalam kepengurusan baru ini, sejumlah program telah disiapkan melalui berbagai bidang, di antaranya bidang organisasi, perkaderan, kajian dakwah Islam, serta pengarusutamaan gender.

Sekretaris Umum PW IPM Sulteng, Wizar AlGifari, mengatakan kepengurusan baru ingin memastikan program organisasi tidak hanya berjalan di tingkat wilayah, tetapi dapat dirasakan hingga pimpinan daerah, cabang, dan ranting.

“Berdaya bersama, berdampak selamanya. Lewat tema besar tadi tentunya diharapkan Pimpinan Wilayah IPM Sulawesi Tengah hari ini bukan hanya sekadar organisasi pelajar, tapi bagaimana nanti ke depannya kita buat program yang memang bisa dirasakan sampai di akar rumput,” ujar Wizar di acara Ngobras Pro 1 RRI Palu.

Menurutnya, penguatan organisasi menjadi penting mengingat PW IPM Sulteng menaungi sejumlah pimpinan daerah di berbagai wilayah. Pada periode sebelumnya terdapat sembilan pimpinan daerah dan kepengurusan saat ini menargetkan perluasan hingga 13 pimpinan daerah di Sulawesi Tengah.

Selain memperluas jaringan organisasi, aspek tata kelola juga menjadi perhatian dalam kepengurusan baru. Bendahara Umum PW IPM Sulteng, Asygaf L. Raginda, menyebut salah satu fokus yang tengah didorong adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keuangan. SOP tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bersama hingga tingkat cabang dan ranting.

“Tantangan saya sebagai bendahara dengan bendahara sebelumnya itu salah satunya garis besarnya standar operasional prosedur. Sejauh ini Pimpinan Wilayah itu belum punya. Ketika ada satu format standar operasional prosedur, maka terintegrasinya SOP itu digunakan sampai di cabang dan ranting,” jelas Asygaf.

Kemandirian finansial juga menjadi bagian dari arah pengembangan organisasi. PW IPM Sulteng selama ini memanfaatkan berbagai sumber kemitraan, mulai dari internal persyarikatan Muhammadiyah, lembaga filantropi, hingga instansi pemerintah. Pengurus juga didorong untuk mampu menyusun proposal yang inovatif sekaligus membangun jejaring kemitraan untuk mendukung pelaksanaan program.

Pada bidang perkaderan, IPM Sulteng melanjutkan proses pembentukan kader melalui jenjang perkaderan yang dimiliki organisasi. Ruang kaderisasi juga terbuka bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin berproses di IPM, termasuk mereka yang tidak berasal dari sekolah Muhammadiyah sesuai mekanisme perkaderan yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengarusutamaan Gender PW IPM Sulteng, Siti Nur Aziza, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah program terkait isu perkawinan anak dan kekerasan seksual.

Program tersebut tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga diarahkan pada pembentukan fasilitator dan penyusunan modul pembelajaran. PW IPM Sulteng juga merencanakan pengembangan ruang aman melalui kerja sama dengan lembaga terkait.

Kepengurusan PW IPM Sulteng periode 2026-2028 selanjutnya akan menjalankan berbagai program tersebut dengan mengusung tema “Berdaya Bersama, Berdampak Selamanya”. Fokusnya mencakup penguatan struktur organisasi, peningkatan kapasitas kader, perbaikan tata kelola, serta perluasan program yang menyentuh pelajar dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....