Gen Z Didorong Tak Hanya Jadi Pencari Kerja, tapi Pencipta Lapangan Kerja
- 21 Agt 2026 13:44 WIB
- Palu
Poin Utama
- Generasi Z di Sulawesi Tengah didorong untuk berubah dari pencari kerja menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
- Wijaya Chandra, Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda dalam menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin ketat.
- Perkembangan teknologi digital mengubah kebutuhan tenaga kerja, sehingga mendorong pentingnya inisiatif entrepreneur di kalangan Gen Z.
RRI.CO.ID, Palu - Generasi Z atau Gen Z di Sulawesi Tengah didorong tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tapi mulai berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan. Dorongan tersebut dinilai penting, di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi digital.
Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menyebut generasi muda perlu mengubah pola pikir. Hal tersebut dari sekadar mencari pekerjaan, menjadi pihak yang mampu menciptakan peluang ekonomi.
Menurutnya, dunia usaha dapat menjadi salah satu pilihan bagi Gen Z untuk membangun kemandirian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Wijaya mendorong anak muda untuk mulai melihat dunia usaha sebagai ruang menciptakan pekerjaan, bukan hanya menunggu lowongan kerja. Ia menilai, perkembangan teknologi justru memberikan keuntungan besar bagi generasi muda karena akses terhadap informasi, pengetahuan, pasar, hingga peluang usaha kini semakin terbuka.
“Kalau saya katakan bukan mudah atau susah tapi lebih menantang dengan perkembangan teknologi saat ini,” kata Wijaya dalam Talk Show Interaktif Bersama RRI Palu,Kamis 20 Agustus 2026.
Wijaya juga mengingatkan Gen Z, agar mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang bisnis. Menurutnya, berbagai potensi yang ada di Sulawesi Tengah, mulai dari pertanian hingga ekonomi kreatif, masih memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Di kesempatan yang sama, Pengusaha Muda Banua Sidat, Handri Pinatik, mengatakan Sulawesi Tengah memiliki banyak peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda. Ia menilai beragam sektor memiliki potensi besar apabila dikembangkan dengan kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
“Di Sulawesi Tengah kita punya banyak peluang untuk Gen Z, anak-anak muda yang perlu dikembangkan,” ujar Handri.
Handri mencontohkan, perjalanan Banua Sidat yang dibangun dari skala sederhana yang dimulai dari teras rumah hingga kemudian berkembang dan mampu menembus pasar ekspor. Pengalaman tersebut menunjukkan, memulai usaha tidak harus menunggu modal besar maupun fasilitas yang sempurna.
“Kita bisa memulai dengan sederhana, apa yang ada di diri kita, kita bisa sudah melakukan usaha, mengembangkan usaha dan harus lebih jeli untuk melihat apa potensi-potensi di daerah kita,” ucap Handri.
Menurut Handri, keberanian dan kemauan belajar menjadi modal penting sebelum seseorang memulai usaha. Ia menekankan, modal finansial yang besar belum tentu menjamin keberhasilan apabila tidak disertai kemampuan mengelola usaha dan membaca peluang. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....