Donasi Gempa NTT dari Sulteng Akan Disalurkan ke Dua Wilayah
- 19 Agt 2026 22:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Donasi masyarakat Sulawesi Tengah untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur akan disalurkan ke dua wilayah terdampak paling parah. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, tenda, logistik, serta susu bagi bayi dan anak.
Donasi senilai sekitar Rp72,9 juta itu diserahkan PSMTI dan APINDO Sulawesi Tengah kepada Pembina Kerukunan Keluarga NTT Sulawesi Tengah di Aula Millenium Kota Palu, Rabu, 19 Agustus 2026 malam. Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui jaringan relawan dan masyarakat yang telah berada di lokasi terdampak.
Pembina Kerukunan Keluarga NTT Sulawesi Tengah, Yewin Chandra mengatakan, wilayah Nagekeo dan Ruteng Reo menjadi dua lokasi yang mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah orang di daerah tersebut untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
"Kami sudah punya dua titik yang terparah, yaitu di Nagekeo dan Ruteng Reo. Kami juga sudah punya orang-orang di sana yang memonitor sehingga dalam memberikan dan mendistribusikan bantuan bisa lebih cepat," ujarnya.
Yewin menjelaskan, kebutuhan yang telah dihimpun dari lokasi terdampak antara lain air bersih, tenda, dan sejumlah kebutuhan logistik. Bantuan susu untuk bayi usia tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun juga menjadi salah satu kebutuhan yang akan dipenuhi.
Menurutnya, kebutuhan tersebut dihimpun langsung dari masyarakat di wilayah terdampak melalui jaringan yang telah dibangun. Bantuan akan dimobilisasi dari wilayah sekitar yang tidak terdampak agar proses distribusi lebih cepat dan biaya penyaluran dapat ditekan.
"Yang mereka perlukan adalah air bersih, kemudian tenda dan logistik. Ada juga susu untuk anak tiga bulan, enam bulan dan satu tahun," katanya.
Yewin memastikan penyaluran bantuan akan dilakukan secara terukur dengan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan bantuan yang dipercayakan masyarakat Sulawesi Tengah benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
"Kami akan minta foto-foto pertanggungjawaban sehingga teman-teman di sini juga bangga. Apa yang dipercayakan masyarakat Sulawesi Tengah bisa tersampaikan dengan lebih efektif," ucapnya.
Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat Sulawesi Tengah yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama dalam membantu warga NTT. Menurut Yewin, solidaritas tersebut menjadi gambaran semangat kemanusiaan yang pernah dirasakan masyarakat Sulawesi Tengah ketika menghadapi bencana pada 2018.
"2018 kita hancur, tetapi kehancuran itu membuat kita sekarang semakin bersatu, saling memperhatikan satu dengan yang lainnya. Sabang sampai Merauke kita lakukan bersama dan dimulai dari Sulawesi Tengah untuk NTT dan untuk Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI sekaligus Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra mengatakan, donasi tersebut terkumpul melalui penggalangan dana yang dibuka selama beberapa hari. Penggalangan dilakukan secara spontan setelah pihaknya mengetahui bencana gempa yang melanda NTT.
Wijaya menyebut, donasi tidak hanya berasal dari anggota PSMTI dan APINDO, tetapi juga masyarakat umum yang mempercayakan bantuan melalui lembaga tersebut. Ia berharap bantuan dapat segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
"Jadi banyak masyarakat lain yang mempercayakan dana-dana untuk kemanusiaan ini melalui PSMTI. Kami PSMTI bukan cuma satu suku Tionghoa saja," katanya.
Wijaya berharap aksi kemanusiaan tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat Indonesia dalam membantu daerah yang terdampak bencana. Ia juga berharap solidaritas yang pernah diberikan kepada Sulawesi Tengah pada 2018 dapat terus dilanjutkan kepada daerah lain yang membutuhkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....