Gubernur Sulteng Anwar Hafid Panen Padi Organik di Desa Walatana Sigi

  • 18 Agt 2026 14:54 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi – Pengembangan pertanian organik di Desa Walatana, Kabupaten Sigi, didorong menjadi contoh pertanian modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai model pertanian yang menggabungkan teknologi, riset, kemandirian petani, dan hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid, saat menghadiri Panen Raya Budidaya Padi Organik Al-Khairaat dan Sarasehan Petani untuk Negeri di Desa Walatana Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa 18 Agustus 2026.

Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan pertanian organik yang telah memasuki musim tanam keenam melalui kerja sama Badan Usaha Milik Al-Khairaat (BUMA).

Menurutnya, pertanian Walatana memiliki potensi untuk menjadi model pengembangan pertanian modern di Sulawesi Tengah.

"Pertanian organik dan pertanian milenial seperti ini harus kita dorong. Saya berharap Walatana bisa menjadi role model pertanian di Sulawesi Tengah," ujar Gubernur.

Gubernur mengatakan, pengembangan pertanian di Sulawesi Tengah membutuhkan perubahan pola pikir. Pertanian tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi harus mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada petani.

Ia kemudian membagikan pengalamannya saat melihat langsung perkembangan pertanian modern di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Menurutnya, kemajuan pertanian di wilayah tersebut didukung oleh riset, teknologi, sistem pengairan, kepastian pasar, manajemen keuangan, digitalisasi, hingga hilirisasi.

"Saya ke Sichuan melihat bagaimana pertanian modern benar-benar dikembangkan. Mereka sudah mampu mempercepat masa panen dan meningkatkan frekuensi tanam. Ini menunjukkan bahwa pertanian bisa dikembangkan dengan pendekatan teknologi dan riset," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....