Hadapi Berbagai Tantangan, Ketua FKUB Sulteng Serukan Persatuan

  • 17 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Ketua FKUB Sulawesi Tengah Zainal Abidin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan termasuk bencana alam.
  • Zainal menekankan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari hak demokrasi, namun harus disampaikan secara objektif dan berdasarkan data serta fakta yang akurat.
  • Kritik yang berkualitas harus mengedepankan substansi dan kepentingan masyarakat, bukan sekadar emosi atau opini tanpa fondasi yang kuat.

RRI.CO.ID, Palu - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan komitmen kebangsaan. Utamanya dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah.

Zainal mengatakan, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari ruh demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, berdasarkan data dan fakta, serta mengedepankan substansi dan kepentingan masyarakat.

“Aspirasi juga harus disampaikan dengan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan perpecahan,” kata Zainal, Senin 17 Agustus 2026.

Ia juga menyampaikan duka mendalam, kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi tektonik di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, musibah tersebut hendaknya untuk memperkuat solidaritas, kepedulian, dan semangat gotong royong di tengah duka.

Di momen Kemerdekaan Republik Indonesia, Zainal juga mengingatkan makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebebasan sebagai bangsa. Namun, juga bagaimana setiap warga negara dapat menjalankan kehidupan beragama dengan penuh tanggung jawab.

“Kemerdekaan beragama dipahami sebagai kebebasan beragama dengan menghargai dan menghormati hak serta kewajiban antar pemeluk agama,” ujarnya.

Menurut Zainal, kebebasan beragama harus berjalan seiring dengan sikap saling menghormati. Setiap umat beragama memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya, sekaligus berkewajiban menghormati hak umat agama lain sehingga kehidupan masyarakat tetap harmonis dan rukun.

Selain itu, Zainal mengajak para tokoh agama untuk terus menyuarakan pesan persatuan melalui mimbar-mimbar keagamaan. Menurutnya, umat beragama perlu bersama-sama menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam, dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah terprovokasi narasi maupun pemberitaan yang dapat memicu perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan nasional dan mengedepankan kerukunan,” ucapnya.

Zainal berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan generasi muda dapat menjaga suasana yang kondusif. Hal itu dilakukan dengan mengedepankan dialog, persatuan, serta kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Mari kita isi hari kemerdekaan ini dengan hal-hal positif dan membantu mereka yang tengah membutuhkan kebaikan kita,” tuturnya. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....