Sungai Meluap, Jalan Trans Sulawesi di Sendana Parimo Terendam
- 17 Agt 2026 14:18 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Hujan deras menyebabkan sungai di Desa Sendana, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, meluap, Minggu, 16 Agustus 2026. Luapan air merendam sebagian badan Jalan Trans Sulawesi dan mulai menggenangi permukiman warga sekitar aliran sungai.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.35 WITA setelah hujan mengguyur wilayah Kecamatan Kasimbar. Peningkatan debit sungai menyebabkan air melimpas ke sejumlah wilayah di Desa Sendana.
Personel Polsek Kasimbar langsung melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak luapan air terhadap pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Kapolsek Kasimbar Ipda I Komang Sukania mengatakan personel terus memantau perkembangan debit air. Petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan luapan air sungai dan situasi di sekitar lokasi. Personel juga melakukan pengamanan untuk mengantisipasi risiko terhadap masyarakat maupun pengguna Jalan Trans Sulawesi,” ujar I Komang Sukania.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas apabila debit air kembali meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan debit sungai kembali meningkat. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” ucapnya.
Hingga laporan ini disusun, personel Polsek Kasimbar masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan wilayah terdampak. Masyarakat pengguna Jalan Trans Sulawesi diimbau berhati-hati saat melintasi kawasan yang terdampak genangan.
Pemerintah dan aparat terkait terus memantau perkembangan kondisi di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan. Masyarakat di sekitar sungai diminta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi yang membahayakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....