Banjir Terjang 5 Kecamatan di Parimo, Belasan Tanggul Sungai Jebol
- 21 Jun 2026 20:10 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parimo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong terus mengoptimalkan penanganan darurat pascabencana banjir, Minggu 21 Juni 2026. Penanganan tersebut dilakukan di 10 desa dan 5 kecamatan yang terdampak.
Berdasarkan laporan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Parigi Moutong, banjir terjadi pada Sabtu 20 Juni 2026 malam. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga merendam puluhan rumah warga.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, dalam keterangannya menuturkan bawa ratusan warga terdampak dan puluhan warga mengungsi akibat bencana tersebut. Selain itu, banjir juga merendam ratusan hektare lahan persawahan dan puluhan hektar tambak.
"Bencana banjir ini turut berdampak pada sejumlah area perkebunan masyarakat," ucap Rivai.
Selain berdampak pada area perkebunan, bencana banjir tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat dua unit jembatan rusak berat, satu oprit jembatan putus, serta satu unit abutmen, talang air dan saluran bawah air mengalami kerusakan . Enam belas titik tanggul sungai juga dilaporkan jebol di sejumlah lokasi terdampak.
Sebagai langkah awal penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung melakukan evakuasi warga dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait. Kaji cepat juga dilaksanakan untuk mengidentifikasi dampak dan kebutuhan mendesak di lapangan.
"Kami terus melakukanpenanganan darurat dengan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak saat ini, seperti matras, selimut, dan makanan siap saji," tambah Rivai.
Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai di Desa Dolago dan Desa Lebagu. Langkah ini diambil guna mengurangi risiko banjir susulan.
Memasuki Minggu pagi, aksi gotong royong pembersihan sisa material lumpur di dalam rumah warga dilakukan oleh ratusan personel gabungan. Komposisi pasukan lapangan ini melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, hingga relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang bahu-membahu bersama masyarakat setempat.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan. Warga juga diminta untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....