Rektor Untad Dorong Mahasiswa Menjawab Persoalan Ekonomi Bangsa

  • 13 Agt 2026 14:46 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis mampu menjawab persoalan ekonomi bangsa. Pesan tersebut disampaikan Amar saat membuka kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 di Gedung Smart Class H. Muhidin M. Said FEB Untad, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang menghadirkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai dinamika perekonomian nasional dan tantangan ekonomi masa depan. Amar mengatakan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Karena itu, mahasiswa perlu memperoleh wawasan yang memadukan teori akademik dengan pengalaman dan praktik kebijakan ekonomi.

“Bank Indonesia Mengajar ini merupakan sebuah momentum untuk mempertemukan antara teori akademik dengan pengalaman dan kebijakan ekonomi secara langsung,” ujarnya.

Menurut Amar, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tidak cukup hanya menguasai teori ekonomi. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, adaptif, serta mampu membaca perubahan dan menawarkan solusi berdasarkan data.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mampu menjawab soal ekonomi, tetapi jadilah generasi yang mampu menjawab persoalan ekonomi bangsa,” ucapnya.

Amar menilai dinamika ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari perkembangan global. Perubahan geopolitik, perdagangan internasional, teknologi, perubahan iklim, hingga transformasi sistem keuangan menjadi tantangan yang perlu dipahami generasi muda.

Ia mendorong mahasiswa memiliki wawasan global sekaligus tetap memberikan perhatian terhadap persoalan ekonomi masyarakat di daerah. Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi bernilai tambah.

“Saya kira mahasiswa harus memiliki global outlook untuk melihat perkembangan dunia, tetapi tetap memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap persoalan-persoalan ekonomi dan masyarakat daerah,” ucapnya.

Ia menyebut penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan. Komoditas lokal seperti kelapa dan durian, serta berbagai produk masyarakat, dinilai dapat dikembangkan melalui inovasi dan kewirausahaan.

Amar juga mendorong mahasiswa memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang untuk menciptakan inovasi dan mengembangkan usaha. Menurutnya, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan literasi ekonomi dan keuangan.

Selain itu, Untad terus mendorong pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan UMKM melalui berbagai program. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Amar menegaskan, mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 perlu membangun kompetensi, integritas, kemampuan berinovasi, dan kolaborasi. Keberhasilan ekonomi, menurutnya, tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses secara ekonomi, tetapi menjadi insan yang mampu memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ucapnya.

Melalui Bank Indonesia Mengajar 2026, Amar berharap mahasiswa memperoleh perspektif baru mengenai kebijakan ekonomi dan tantangan Indonesia. Ia juga berharap kegiatan tersebut memperkuat kerja sama Untad dan Bank Indonesia dalam pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, literasi ekonomi dan keuangan, serta inovasi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....