Wisata Mangrove Hadirkan Pesona Pesisir Sulteng
- 10 Agt 2026 10:25 WIB
- Palu
Poin Utama
- Hutan mangrove Sulawesi Tengah berkembang sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan pesisir dan edukasi ekosistem pantai sekaligus.
- Kawasan Kabonga Besar di Kabupaten Donggala memiliki jalur pejalan kaki khusus yang membelah rimbunnya hutan mangrove untuk kenyamanan pengunjung.
- Pengunjung dapat mengamati berbagai biota laut seperti burung, kepiting, dan jenis-jenis kehidupan lainnya yang hidup dalam ekosistem mangrove.
RRI.CO.ID, Palu - Hutan mangrove di Sulawesi Tengah menjadi destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan pesisir sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai. Rindangnya pepohonan mangrove menciptakan suasana sejuk sehingga menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung.
Salah satu kawasan yang dikenal masyarakat berada di Kabonga Besar, Kabupaten Donggala, dengan jalur pejalan kaki yang membelah rimbunnya hutan mangrove. Pengunjung dapat menikmati panorama pesisir sambil mengamati berbagai jenis burung, kepiting, dan biota yang hidup di kawasan tersebut.
Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan mangrove berperan penting melindungi garis pantai dari abrasi serta menjadi habitat berbagai spesies ikan dan satwa. Keberadaan ekosistem ini juga membantu menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Masyarakat setempat ikut menjaga kelestarian mangrove melalui kegiatan penanaman pohon, kerja bakti, dan edukasi kepada wisatawan mengenai pentingnya konservasi. Upaya tersebut menjadikan wisata mangrove tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan.
Menurut Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat penting bagi berbagai jenis flora dan fauna. Nilai tersebut menjadikan kawasan mangrove sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan pariwisata berbasis konservasi.
Wisata mangrove juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui penyediaan jasa pemandu wisata, kuliner, hingga penjualan produk olahan hasil pesisir. Kehadiran wisatawan turut mendorong tumbuhnya usaha mikro yang memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Keindahan wisata mangrove di Sulawesi Tengah membuktikan bahwa pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata. Melalui pengelolaan yang baik, kawasan pesisir dapat terus menjadi ruang edukasi, rekreasi, sekaligus sumber kesejahteraan bagi masyarakat. (DL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....