Puluhan Sekolah di Sulteng Terima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
- 06 Agt 2026 06:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Puluhan sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Tengah telah mendapatkan bantuan perbaikan melalui "Program Revitalisasi Satuan Pendidikan". Untuk tahun 2026, program nasional ini menyasar lebih dari tujuh puluh ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanzah DP, menuturkan hingga saat ini, 99 sekolah telah menerima manfaat program tersebut. Ia menyebut angka ini masih akan terus bertambah seiring pendataan fasilitas sekolah yang masih berjalan.
"Jumlahnya sudah kurang lebih 99 sekolah, hampir 100 sekolah, dan ini masih terus bertambah. Kita masih cari untuk revitalisasi sekolah ini," ucap Firmanzah saat ditemui seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah di Kantor DPRD, Rabu 5 Agustus 2026.
Lebih lanjut, dalam menjalankan program tersebut, Dinas Pendidikan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat. Anggaran ini difokuskan untuk merehabilitasi serta memperbaiki sarana prasarana sekolah di daerah.
"Revitalisasi sekarang di Sulawesi Tengah ini sudah lebih 100 miliar kami dapatkan uang dari pusat untuk merevitalisasi sekolah-sekolah yang ada di di Sulawesi Tengah ini," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, menuturkan bahwa dalam rapat kerja bersama mitra, diketahui beberapa sekolah membutuhkan bantuan sarana prasarana dan perbaikan. Sekolah-sekolah tersebut saat ini telah ditinjau langsung oleh dinas terkait untuk memasstikan kendala dapat segera diatasi.
"Misalnya ada sarana-perasarana pembelajaran yang ada di SMA Sigi, SMK Sirenja, kemudian SMK Parigata di Parigi, sudah ditinjau langsung oleh dinas OPD terkait. Juga sudah diatasi persoalan yang ada di sana," ucap Hidayat Pakamundi.
Ia menambahkan selain bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan dana khusus perbaikan sekolah pada tahun anggaran 2027. Dirinya berharap melalui revitalisasi tersebut, tidak ada lagi sekolah tidak layak pakai sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....