Program 'Palu Mapan' Mulai Panen, DPKP Fokus Komoditas Inflasi
- 03 Agt 2026 14:24 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu hadirkan program Gerakan Kelurahan Menanam atau Palu Mapa guna memperkuat ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga komoditas daerah. Sejak diluncurkan, sebanyak 20 persen kelurahan di Kota Palu mulai aktif menjalankan program budidaya pertanian tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Lukman, menuturkan penentuan jenis komoditas disesuaikan dengan ketersediaan lahan di tiap wilayah. Pemilihan jenis tanaman diprioritaskan pada komoditas bahan pangan harian yang kerap menjadi penyumbang utama angka inflasi daerah.
"Setidaknya ada tiga yang langsung ada dalam daftar bahan pangan yang berkontribusi terhadap inflasi, yaitu tomat, cabai dan bawang merah. Ini yang paling sering sekali memberikan andil terhadap naik turunnya inflasi," ujar Lukman saat ditemui di Kelurahan Kabonena, Sabtu 1 Agustus 2026.
Sebagai langkah intervensi, Pemerintah Kota Palu memanfaatkan lahan tidur di berbagai titik sebagai area budidaya pertanian. Total sebanyak 28 hektar lahan telah dialokasikan untuk penanaman komoditas tersebut.
"Ini yang kita intervensi. Jadi cabai itu ada 10 kelurahan dan tomat 9 kelurahan, bawang (merah) 9 kelurahan. Masing-masing 9 hektar, kecuali cabai 10 hektar. Nah, ini akan kita jaga," tambahnya.
Bagi wilayah kelurahan dengan ketersediaan lahan yang terbatas, warga diarahkan memanfaatkannya untuk budidaya sayuran seperti kangkung dan sawi. Lukman menyebut program ini mulai menunjukkan perkembangan positif, di mana dua kelurahan telah memanen kangkung meski masih dalam kuantitas terbatas.
"Ada dua kelurahan yang sudah mulai panen walaupun masih sedikit-sedikit, yaitu kelurahan Mamboro Barat dengan Besusu Barat," tutur Lukman.
Sementara itu, untuk komoditas utama berupa tomat dan bawang merah diproyeksikan mulai memasuki masa panen raya dalam kurun waktu dua bulan mendatang. Keberhasilan program Palu Mapan ini diharapkan mampu menjaga pasokan pangan lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....