Pengamat: Festival Budaya Harus Terintegrasi Program Provinsi dan Nasional
- 27 Jul 2026 14:05 WIB
- Palu
Poin Utama
- Festival budaya memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah namun memerlukan integrasi dengan program pembangunan tingkat provinsi dan nasional.
- Keberhasilan festival budaya sangat bergantung pada tiga faktor utama: kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan dukungan promosi berbasis digital.
- Festival budaya merupakan bagian penting dari pengembangan sektor pariwisata yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi daerah.
RRI.CO.ID, Palu - Pengamat Ekonomi di Sulawesi Tengah, Hasanuddin Atjo, menilai festival budaya memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Namun, agar manfaatnya tidak hanya dirasakan saat kegiatan berlangsung, festival harus diintegrasikan dengan program pembangunan di tingkat provinsi maupun nasional.
Menurutnya, festival budaya merupakan bagian penting dari pengembangan sektor pariwisata yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru. Meski demikian, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, serta dukungan promosi berbasis digital.
"Yang penting kita diskusikan bagaimana dampaknya lebih besar kepada masyarakat," ujar Hasanuddin, dalam Palu Menyapa di Pro 1 RRI Palu, Senin 27 Juli 2026.
Ia menyarankan, agar pengembangan Festival Danau Lindu misalnya, diselaraskan dengan berbagai program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah maupun pusat. Dengan demikian, promosi wisata, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara terpadu.
"Agar festival budaya seperti Danau Lindu bisa berkembang lebih besar, maka program ini diintegrasikan dengan program provinsi dan nasional," kata Hasanuddin.
Ia menambahkan, pemerintah perlu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan melalui agenda festival yang rutin. Sehingga mampu menarik wisatawan secara terus-menerus, terlebih dengan rencana pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri menjadi bandara internasional.
"Destinasi wisata di Sulawesi Tengah dibuat dalam sebuah agenda yang reguler, sehingga wisatawan bisa datang secara kontinu," ucap Hasanuddin.
Lebih lanjut, ia menilai dampak festival budaya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata. Namun juga memberikan efek berganda terhadap pertanian, perdagangan, transportasi, hingga promosi produk unggulan daerah, apabila dikelola secara terintegrasi.
"Kalau kita integrasikan dengan beberapa program, dampaknya luar biasa," tuturnya. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....