Festival Budaya di Sulteng Dongkrak Ekonomi Kota Palu

  • 27 Jul 2026 14:11 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Dinas Pariwisata Kota Palu menilai penyelenggaraan festival budaya di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah memberikan dampak ekonomi bagi Kota Palu. Posisi Kota Palu sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Tengah sekaligus pintu masuk wisatawan membuat Kota Palu menjadi lokasi persinggahan sebelum menuju lokasi festival.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata Kota Palu, Nukman Lawenga, mengatakan wisatawan yang menghadiri festival budaya umumnya memilih menginap di Kota Palu. Kondisi tersebut berdampak terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor akomodasi dan jasa.

"Kota Palu merupakan ibu kota provinsi sekaligus pintu masuk bagi wisatawan. Ketika wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, maupun daerah lainnya, sebagian besar tetap singgah dan menginap di Kota Palu," ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Nukman, festival budaya yang digelar di daerah sekitar turut memberikan keuntungan bagi pelaku usaha di Kota Palu. Sektor akomodasi pariwisata atau perhotelan menjadi salah satu sektor yang dinilai merasakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Kalau ada Festival Danau Lindu atau festival budaya di daerah lain, hotel-hotel di Kota Palu ikut merasakan dampaknya karena wisatawan memilih menginap di sini," katanya.

Selain sektor akomodasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga memperoleh manfaat dari berbagai kegiatan pariwisata dan budaya. Ia menilai setiap kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung mampu meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.

"Yang paling merasakan manfaat tentu pelaku UMKM. Pedagang makanan, minuman, hingga berbagai produk ekonomi kreatif memperoleh peningkatan penjualan setiap kali ada kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung," ucapnya.

Nukman menjelaskan kondisi serupa juga terjadi saat Pemerintah Kota Palu menggelar nonton bareng Piala Dunia 2026 di tiga titik. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku ekonomi kreatif sehingga memberikan ruang bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

Ia berharap seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah terus mengembangkan festival budaya sebagai daya tarik wisata. Menurutnya, semakin banyak agenda budaya yang digelar, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, termasuk Kota Palu sebagai pusat aktivitas dan pintu masuk wisatawan di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....