Perkuat Sinergi, Pemkot Palu Gelar Rakor Percepatan Penanganan Stunting

  • 23 Jul 2026 04:10 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Stunting yang digelar di Auditorium Kantor Sekretariat Daerah Kota Palu, Rabu, 22 Juli 2026. Rapat koordinasi tersebut dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu, kader TP PKK Kota Palu, camat dan lurah se-Kota Palu, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan penanganan stunting sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Sinergi tersebut dibutuhkan dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna menekan prevalensi stunting secara berkelanjutan di Kota Palu.

Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa berbagai langkah yang dilakukan pemerintah daerah merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi mendalam yang telah dilaksanakan sebelumnya. Seluruh upaya tersebut, akan dilaporkan sebagai bentuk komitmen dan aksi nyata Pemerintah Kota Palu dalam percepatan penanganan stunting.

"Ini merupakan amanat dari hasil diskusi mendalam. Setiap langkah yang kita lakukan akan kita laporkan sebagai bentuk aksi nyata dalam penanganan stunting di Kota Palu," ujar Kaban.

Ahmad Rijal menjelaskan, berdasarkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), prevalensi stunting Kota Palu pada tahun 2025 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.

"Target kita pada tahun 2025 sebesar 5,41 persen, sementara capaian kita berada di angka 4,64 persen. Alhamdulillah target tersebut berhasil kita lampaui," ucapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan penanganan stunting masih harus dihadapi secara serius. Berdasarkan data terbaru, jumlah anak stunting pada April 2026 tercatat sebanyak 1.092 anak, turun menjadi 1.022 anak pada Mei, kemudian sedikit meningkat menjadi 1.023 anak pada Juni.

Menurut Kaban, peningkatan tersebut masih dapat dikendalikan karena jumlah anak yang berhasil keluar dari kategori stunting lebih besar dibandingkan jumlah kasus baru yang ditemukan. Kaban juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Mantikulore, Tatanga, dan Palu Selatan masih menjadi wilayah dengan angka stunting tertinggi, sehingga akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan berbagai program intervensi yang lebih terarah dan terpadu.

Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Stunting yang digelar di Auditorium Kantor Sekretariat Daerah Kota Palu, Rabu, 22 Juli 2026 (Foto: Jufri/Humas Pemkot Palu)

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras sehingga angka stunting di Kota Palu terus menunjukkan tren penurunan. Namun, menurutnya capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak merasa puas.

Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting harus terus menjadi perhatian bersama hingga seluruh anak di Kota Palu dapat tumbuh sehat dan terbebas dari stunting.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan pihak terkait yang telah bekerja keras menurunkan angka stunting di Kota Palu. Namun kita tidak boleh lengah. Kita harus terus memberikan hasil yang maksimal bagi anak-anak kita yang masih berada dalam kategori stunting," ucapnya.

Imelda juga meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif melakukan pendampingan di lapangan. Menurutnya, penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sanitasi, lingkungan, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

"Kita harus lebih masif turun ke lapangan, mengecek langsung kondisi tempat tinggal, sanitasi, lingkungan, hingga faktor-faktor lain yang menjadi penyebab stunting. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran," ucapnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Palu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam mewujudkan percepatan penurunan angka stunting. Hal itu agar target pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing dapat tercapai di seluruh wilayah Kota Palu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....