Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi Lumbung Pangan Nasional
- 14 Jul 2026 11:16 WIB
- Palu
Poin Utama
- Gubernur Anwar Hafid membuka Rakor PMAAS dan Program Strategis Kementan 2026 di Kabupaten Sigi.
- Pertanian menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Program Berani Panen Raya menargetkan produktivitas padi naik dari 4 ton menjadi 6 ton per hektare pada 2027.
- Pemprov mendorong kolaborasi tanpa sekat birokrasi dan memperkuat dukungan kepada kabupaten.
RRI.CO.ID, Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PMAAS) dan Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Ia menegaskan sektor pertanian menjadi prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus memikirkan bersama bagaimana rakyat Sulawesi Tengah bisa semakin sejahtera melalui sektor pertanian. Pertanian adalah kekuatan besar yang kita miliki,” ujarnya.
Anwar mengatakan program Berani Panen Raya menjadi langkah meningkatkan produktivitas pertanian. Saat ini produktivitas padi Sulawesi Tengah sekitar 4 ton per hektare dan ditargetkan naik menjadi rata-rata 6 ton per hektare pada 2027.
“Saya yakin target ini bisa kita capai kalau semua bergerak bersama,” katanya.
Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan menghilangkan sekat birokrasi agar pembangunan pertanian berjalan lebih efektif.
“Provinsi tidak punya sawah dan tidak punya petani. Yang punya sawah dan petani adalah kabupaten. Karena itu tugas provinsi adalah membantu, bukan mengambil alih,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur mendorong digitalisasi data pertanian agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran serta mengajak penyuluh dan kepala dinas aktif melibatkan pemerintah dalam kegiatan pertanian.
“Sudah bukan zamannya lagi semua dikerjakan secara manual. Kita harus tahu berapa jumlah petani, di mana mereka berada, bagaimana kondisi lahannya, sampai kondisi keluarganya,” jelasnya.
Menutup arahannya, Anwar Hafid meminta hasil rapat koordinasi menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah agar sesuai kebutuhan lapangan. Ia optimistis sinergi pemerintah, penyuluh, dan petani akan memperkuat Sulawesi Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....