Lapas Parigi Panen 53 Kilogram Ikan Dukung Ketahanan Pangan

  • 10 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parimo – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Parigi melaksanakan program pembinaan kemandirian warga binaan di sektor perikanan air tawar. Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama warga binaan memanen sebanyak 53 kilogram ikan jenis mujair dan nila di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi, Rabu 8 Juli 2026.

Panen tersebut dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas III Parigi, I Wayan Widana. Ikan yang telah mencapai ukuran konsumsi selanjutnya didistribusikan ke dapur lapas untuk diolah sebagai bahan makanan bagi warga binaan.

Wayan Widana mengatakan, hasil panen tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan. Melalui program ini, para narapidana diharapkan mampu menguasai tata cara budidaya perikanan yang baik dan bernilai ekonomis.

"Langkah ini memiliki manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan melalui praktik budidaya perikanan," ujar Wayan dalam keterangannya.

Lebih lanjut, program budidaya ikan ini juga disebut sebagai implementasi Asta Cita Presiden yang diterjemahkan melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Khususnya pada Program Aksi ke-8 tentang penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

"Program ini menjadi implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan pada poin kedelapan, yaitu mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang tersedia di lingkungan lapas," tambahnya.

Keberhasilan panen tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman. Menurutnya, program pembinaan yang menghasilkan karya nyata merupakan bukti bahwa pemasyarakatan dapat membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Kami mengapresiasi inovasi dan komitmen Lapas Parigi dalam mengembangkan program pembinaan berbasis ketahanan pangan. Hasil panen ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah," ujar Herman.

Herman berharap keberhasilan tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah. Dengan demikian, program pemerintah dapat disukseskan bersama sekaligus memperkuat kualitas pembinaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....