Perkuat Perlindungan Pekerja, Pemkab Morut Matangkan Kerja Sama dengan BPJS

  • 07 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara mematangkan kerja sama strategis perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor formal maupun informal. Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.

Pertemuan tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, bersama Sekretaris Daerah, Musda Guntur. Rombongan pemerintah daerah disambut hangat oleh Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Abraham Lahabato, bersama jajaran Deputi Bidang Kepesertaan wilayah Sulawesi dan Maluku.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan bagi para pekerja,” ujar Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, Selasa, 7 Juli 2026.

Delis menjelaskan bahwa pesatnya penetrasi investasi pada sektor industri pertambangan dan perkebunan di wilayahnya harus diimbangi dengan sistem bantalan sosial yang kuat. Otoritas daerah tidak ingin ada masyarakat ekonomi lemah yang tertinggal atau abai terhadap risiko kecelakaan kerja yang bisa terjadi kapan saja.

“Kami ingin memastikan setiap pekerja di Morowali Utara memiliki rasa aman dalam bekerja karena terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dari manfaat program ini,” ucap Delis.

Guna memaksimalkan target tersebut, birokrasi daerah bakal mengoptimalkan peran agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) sebagai ujung tombak pelayanan di desa. Jaringan agen ini diinstruksikan bergerak progresif merangkul kelompok rentan seperti petani, nelayan tradisional, hingga pelaku UMKM pedalaman.

Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga berkomitmen melakukan harmonisasi regulasi lokal serta menyiapkan intervensi penganggaran APBD yang berkelanjutan. Langkah taktis ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.

“Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar memperluas jumlah peserta, tetapi membangun budaya perlindungan sosial di tengah masyarakat. Semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin kuat fondasi kesejahteraan keluarga dan semakin tangguh daerah menghadapi berbagai risiko sosial maupun ekonomi,” ucap Delis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....