Pustakawan, Kurator Informasi di tengah Kemajuan Era Digital

  • 06 Jul 2026 13:10 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Peran pustakawan di era digital telah berkembang dari sekadar penjaga buku menjadi kurator informasi yang membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.
  • Literasi digital dan kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting karena informasi di media sosial menyebar cepat tanpa penyaringan yang memadai, membuat masyarakat rentan menerima dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah menyediakan layanan perpustakaan digital IpusSulteng

RRI.CO.ID, Palu - Peran pustakawan di era digital tidak lagi sebatas menjaga dan menata koleksi buku di perpustakaan. Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial, pustakawan memiliki tanggung jawab sebagai kurator informasi yang membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Ratna Della, saat dihubungi RRI, Sabtu 4 Juli 2026, menanggapi perannya dalam peringatan Hari Pustawakan Indonesia, Selasa 7 Juli 2026.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang profesi pustakawan hanya sebagai penjaga buku atau pelayan pemustaka. Padahal, perkembangan teknologi informasi telah mengubah peran pustakawan menjadi lebih luas, terutama dalam mendampingi masyarakat menghadapi banjir informasi digital.

Ratna menjelaskan, saat ini informasi di media sosial menyebar sangat cepat tanpa melalui proses penyaringan yang memadai. Kondisi tersebut katanya, membuat masyarakat rentan menerima bahkan menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

"Jadi di sini pustakawan berperan untuk melihat data dulu, apakah informasi itu betul atau tidak, sehingga kita punya data yang benar untuk diberikan kepada masyarakat," ujar Ratna.

Ia menyebut, kemampuan memilah informasi menjadi salah satu bentuk literasi yang sangat penting di era digital. Pustakawan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tapi juga membantu masyarakat memahami cara memperoleh informasi yang valid sebelum mengambil kesimpulan.

Ratna juga mengakui, tantangan yang dihadapi pustakawan saat ini bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, namun juga mengedukasi masyarakat agar lebih bijak menggunakan media digital. Karena itu, sosialisasi mengenai literasi digital terus dilakukan melalui berbagai kegiatan perpustakaan.

"Dilihat dulu datanya dan kejadiannya betul atau tidak, sehingga jangan kita salah mengambil suatu keputusan atau salah memberikan informasi kepada orang lain," katanya.

Selain menghadirkan layanan perpustakaan digital, ucap Ratna, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah juga aktif melakukan pembinaan literasi. Termasuk bedah buku, layanan perpustakaan keliling, hingga kegiatan literasi di sekolah-sekolah dan berbagai komunitas.

Ratna juga menambahkan, masyarakat dapat mengakses IpusSulteng yang merupakan aplikasi perpustakaan digital resmi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.

Lewat ini, tuturnya, masyarakat dapat meminjam dan membaca ribuan koleksi e-book berkualitas secara gratis menggunakan smartphone dengan mengakses https://tinyurl.com/FormIPusSulteng untuk pendaftaran. Termasuk mengakses https://tinyurl.com/keanggotaanperpussulteng untuk pendaftaran anggota, serta https://tinyurl.com/PanduanIPusSulteng untuk paduan pendaftaran.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Ratna berharap pustakawan semakin dekat dengan masyarakat dan tidak lagi dipandang hanya bekerja di balik rak buku. Terutama, agar momentum Hari Pustakawan Indonesia dapat menjadi pengingat bahwa pustakawan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas informasi. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....