Menko Pangan Serahkan Bantuan 3 Ton Pupuk Non-Subsidi untuk Petani di Sigi
- 04 Jul 2026 11:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyerahkan secara simbolis bantuan pupuk non-subsidi kepada perwakilan kelompok tani di Kabupaten Sigi. Bantuan pupuk tersebut diserahkan dalam kegiatan Rembuk Tani PT Pupuk Indonesia yang digelar di Taman Likuefaksi, Kabupaten Sigi, Sabtu, 4 Juli 2026.
Penyerahan bantuan disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, anggota DPR RI Sarifuddin Sudding, serta jajaran PT Pupuk Indonesia. Sebanyak 3 Ton bantuan pupuk non-subsidi diserahkan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah.
Dari jumlah 3 ton tersebut, terbagi dari 1,5 ton pupuk urea dan 1,5 ton pupuk NPK. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pupuk petani menjelang musim tanam serta mampu mendorong realisasi program Swasembada Pagan Nasional.
Menko Pangan mengatakan pemerintah memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sebelum musim tanam dimulai. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden agar produksi pertanian terus meningkat.
"Atas perintah Bapak Presiden, kami memastikan pupuk tersedia sebelum musim tanam. Alhamdulillah, hari ini kita pastikan pupuk tersedia, jumlahnya cukup, dan harganya mendapat diskon 20 persen," kata Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan, selain memastikan ketersediaan pupuk, pemerintah juga menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani. Menurutnya, harga gabah tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram sehingga hasil panen mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kalau pupuk bagus, panennya banyak, tetapi harganya murah, petani bisa rugi. Karena itu harga gabah harus dijaga minimal Rp6.500 per kilogram. Dengan begitu, kesejahteraan petani akan meningkat," ujarnya.
Zulkifli Hasan menambahkan, pemerintah akan melanjutkan penguatan sektor pangan dengan mendorong pengembangan perikanan tangkap maupun budidaya. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional setelah peningkatan produksi pertanian.
"Tahun ini kita mulai masuk ke sektor nelayan. Kita akan mengembangkan perikanan tangkap dan budidaya, termasuk pembangunan desa tematik bioflok sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional," katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah. Menurutnya, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas petani sekaligus mendukung target swasembada pangan di Sulawesi Tengah.
Kegiatan Rembuk Tani PT Pupuk Indonesia tersebut dihadiri ratusan petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi. Selain menjadi ajang dialog antara pemerintah dan petani, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi serta memastikan berbagai program pendukung pertanian dapat berjalan secara optimal di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....