Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Palu Siapkan Skema Kerja Sama Dengan Distributor

  • 26 Jun 2026 10:54 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu menyiapkan skema kerja sama dengan distributor dan produsen komoditas pangan strategis guna memperkuat ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, di ruang kerjanya, Rabu, 24 Juni 2026.

Rapat dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta sejumlah pejabat perangkat daerah terkait. Pembahasan difokuskan pada penguatan kolaborasi pemerintah dengan pelaku distribusi pangan yang selama ini berperan menjaga pasokan kebutuhan masyarakat.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, mengatakan pemerintah sedang melakukan pendataan ulang terhadap distributor pangan sebagai dasar penyusunan pola kerja sama. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki data yang akurat mengenai pelaku distribusi komoditas strategis di Kota Palu.

"Kita menginventarisir kembali distributor-distributor kita, distributor pangan yang berada di Kota Palu," kata Rahmad.

Ia menjelaskan, pada pekan berikutnya Pemerintah Kota Palu akan menggelar pertemuan dengan sekitar 32 distributor komoditas pangan strategis. Pertemuan tersebut akan membahas konsep kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah, distributor, dan instansi teknis terkait.

Rahmad mengatakan kerja sama itu memiliki dua tujuan utama, yakni memastikan ketersediaan pasokan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat distributor. Selain itu, pemerintah juga ingin memperkuat rantai pasok pangan lokal dengan mempertemukan distributor dan kelompok tani.

"Pertama untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan ini ada di Kota Palu. Kemudian untuk bisa mengendalikan harga-harga di distributor," ujarnya.

Melalui pola tersebut, hasil pertanian lokal diharapkan lebih dahulu terserap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palu sebelum dipasarkan ke daerah lain. Pemerintah menilai sinergi antara distributor dan petani akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Rahmad menambahkan, koordinasi dengan distributor maupun petani selama ini terus dilakukan melalui perangkat daerah terkait. Forum bersama yang akan digelar diharapkan menjadi wadah menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan.

Distributor yang akan dilibatkan berasal dari berbagai sektor komoditas strategis, seperti minyak goreng, telur, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya. Komoditas tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar di Kota Palu.

Rahmad menegaskan, langkah yang dilakukan pemerintah bukan karena adanya gangguan pasokan maupun kenaikan harga pangan. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk antisipasi untuk menjaga kondisi pasar yang saat ini masih relatif stabil.

"Ini bukan karena ada masalah. Justru ini sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Palu untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk para distributor, dalam membangun perekonomian daerah. Alhamdulillah, kondisi harga di pasar saat ini masih terjangkau dan relatif stabil. Yang kita lakukan sekarang adalah menjaga agar kondisi ini tetap terpelihara," tuturnya.

Pemerintah Kota Palu berharap kerja sama tersebut dapat menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Kolaborasi itu juga diharapkan memberi manfaat bagi distributor, petani lokal, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....