Gubernur dan Menko Pangan Salurkan Bantuan Pupuk untuk Petani Sigi
- 04 Jul 2026 10:09 WIB
- Palu
Poin Utama
- Gubernur Anwar Hafid dan Menko Pangan Zulkifli Hasan serahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani di Sigi.
- Pemerintah pastikan ketersediaan pupuk dan harga gabah tetap menguntungkan petani.
- Pemprov Sulawesi Tengah tegaskan komitmen mendukung swasembada pangan bersama pemerintah pusat.
RRI.CO.ID, Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum dialog antara pemerintah dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan bersama Gubernur Anwar Hafid menyerahkan bantuan kepada kelompok tani berupa 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea sebagai dukungan peningkatan produktivitas pertanian. Turut hadir Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Patrio, Anggota DPR RI Sarifuddin Sudding, unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta ratusan petani.
Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar pemerintah terus hadir di tengah masyarakat dengan memastikan seluruh program strategis sektor pangan berjalan optimal. Karena itu, pemerintah terus memantau pelaksanaan koperasi desa, distribusi pupuk, harga gabah, kondisi irigasi, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Sigi, DPR, dan para petani.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Bupati, DPR, dan seluruh petani yang telah bekerja sama dengan baik sehingga berbagai program pemerintah dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Menurut Zulkifli Hasan, berbagai kebijakan pemerintah telah memberikan dampak nyata bagi petani, di antaranya penurunan harga pupuk bersubsidi sekitar 20 persen serta jaminan ketersediaan pupuk sebelum musim tanam.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah memastikan langsung bahwa pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Itu bukan berdasarkan laporan pemerintah, tetapi pengakuan langsung dari para petani,” katanya.
Selain menjaga ketersediaan pupuk, pemerintah juga berupaya menjaga harga gabah tetap menguntungkan petani.
“Harga gabah yang baik membuat hasil panen memberikan nilai tambah bagi petani. Di beberapa daerah bahkan sudah mencapai Rp7.500 per kilogram,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah memperkuat swasembada beras, pemerintah akan memfokuskan pembangunan sektor protein melalui pengembangan perikanan tangkap dan budidaya.
“Kita ingin desa-desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kita fokus pada protein agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menyukseskan program swasembada pangan. Menurutnya, dukungan terhadap petani melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....