Gubernur Sulteng Ajak FPK Jaga Persatuan dan Warisan Nilai Leluhur
- 27 Jun 2026 12:47 WIB
- Palu
Poin Utama
- Gubernur Sulteng Ajak FPK Jaga Persatuan dan Warisan Nilai Leluhur
- Untuk dijadikan fondasi pembangunan daerah
- Pelantikan Pengurus FPK Kabupaten/Kota Libu Mbaso Pemuda Kaili
- Di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK) Andi Raga Pettalolo, Sabtu 20 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak generasi muda, khususnya Front Pemuda Kaili, menjaga kekayaan nilai budaya dan pesan-pesan leluhur untuk dijadikan fondasi pembangunan daerah.
Hal itu disampaikannya saat menerima gelar kehormatan Balengga Ntodea dalam rangkaian acara Pelantikan Pengurus Front Pemuda Kaili (FPK) Kabupaten/Kota Libu Mbaso Pemuda Kaili. Kegiatan bertema “Mosangu Mompakambaso Ngata” ini digelar di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK) Andi Raga Pettalolo, Sabtu 20 Juni 2026.
Gubernur juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat hadir di tengah keluarga besar Front Pemuda Kaili. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan masyarakat, terlebih di tengah situasi daerah yang baru saja menghadapi musibah gempa bumi.
Ia mengungkapkan salah satu contoh nilai yang harus terus dijaga adalah Nosarara Nosabatutu. Bermakna persaudaraan dan kebersamaan, nilai ini menurut Gubernur, harus terus hidup di tengah masyarakat dan tidak sekedar menjadi semboyan.
"Nilai ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Sulawesi Tengah,” katanya.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya nilai Nosangu Norambanga atau semangat gotong royong yang telah diwariskan leluhur Kaili. Ia menilai semangat kebersamaan tersebut terbukti dalam berbagai situasi, termasuk saat masyarakat bahu-membahu membantu korban gempa bumi di Kabupaten Sigi beberapa hari lalu.
“Itulah bukti bahwa nilai gotong royong dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat kita,” ucap Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai budaya lainnya seperti Mosipatutu (saling menghargai), Mosipeili (saling peduli), dan Mosipotofe (saling menyayangi). Seluruh nilai tersebut menurutnya, menjadi kunci menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
"Mari kita bersama-sama menjaga nilai-nilai yang diwariskan para leluhur untuk kebaikan daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Gubernur pun berharap, FPK dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mengawal pembangunan daerah. Ia menegaskan dukungan penuh Pemrpov Sulteng kepada FPK dalam menjalankan perannya sebagai penjaga nilai budaya, pemersatu masyarakat, dan mitra pembangunan daerah. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....