Amura Hadir Menjangkau Pelosok Palu, Bantu Anak-anak Menembus Batas Pendidikan

  • 26 Jun 2026 06:31 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah perkembangan Kota Palu, masih terdapat wilayah yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan infrastruktur. Salah satunya berada di Uwentumbu, Kawatuna Atas, Kelurahan Kawatuna yang hingga kini masih menyimpan berbagai tantangan bagi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.

Kondisi tersebut mendorong komunitas Askara Muda Nusantara (Amura) Kota Palu untuk mengambil peran melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Komunitas ini fokus pada empat pilar utama, yakni pendidikan, sosial, lingkungan, dan kesehatan, dengan melibatkan anak-anak muda dari berbagai latar belakang.

Ketua Amura Kota Palu, Odilia Tangke Batu, mengatakan keterlibatan komunitas tersebut berangkat dari semangat pengabdian sekaligus implementasi nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu perhatian utama mereka adalah pendidikan anak-anak di Uwentumbu yang masih terkendala akses menuju sekolah.

"Anak-anak di sana masih sangat membutuhkan perhatian, terutama terkait akses pendidikan dan jalan. Bagaimana mereka bisa sekolah dengan baik kalau akses menuju sekolah masih sulit dilewati," ujarnya saat berbincang dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Pro 1 Palu.

Salmahira, Sekretaris Amura Kota Palu, menjelaskan bahwa fasilitas pendidikan formal di wilayah tersebut sebenarnya sudah tersedia. Namun, anak-anak harus melewati jalan berbatu, menyeberangi sungai, hingga bergantung pada kendaraan bantuan pemerintah untuk menuju sekolah. Ketika kendaraan tidak beroperasi, sebagian anak terpaksa berjalan kaki demi tetap mengikuti kegiatan belajar.

Selain pendidikan formal, Amura juga menaruh perhatian pada pendidikan keagamaan. Menurut Salma, keterbatasan tenaga pengajar membuat sebagian anak belum mendapatkan pembelajaran membaca Al-Qur'an secara optimal. Karena itu, Amura berencana melibatkan lebih banyak relawan dalam program pengabdian mendatang, termasuk untuk mendampingi anak-anak belajar mengaji.

Tak hanya bergerak di bidang pendidikan, Amura juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM minyak kemiri. Warga yang sebelumnya hanya menjual hasil panen kemiri mentah kini mulai mengolah dan memasarkan minyak kemiri setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari para relawan.

Odilia berharap semakin banyak anak muda di Sulawesi Tengah tergerak untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat di wilayah pelosok Kota Palu, khususnya dalam peningkatan akses jalan dan dukungan pendidikan.

"Mari melihat adik-adik di daerah pelosok. Selagi kita masih muda, mari terlibat dan membantu mereka agar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....