Pembinaan Kemandirian di Rutan Donggala Hasilkan 96 Kilogram Kangkung
- 24 Jun 2026 08:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala terus menunjukkan hasil positif. Melalui pemanfaatan lahan produktif ketahanan pangan, warga binaan (wabin) di Rutan tersebut berhasil memanen 96 kilogram kangkung yang ditanam dan dirawat secara mandiri.
Kepala Rutan Kelas IIB Donggala, Rusli Suryadi mengatakan, hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Panen kangkung sebanyak 96 kilogram hari ini adalah bukti konkret bahwa rutan bisa menjadi tempat yang produktif. Ini sangat sejalan dengan arahan Bapak Menteri melalui Program Akselerasi Imipas, di mana UPT Pemasyarakatan didorong untuk aktif berkontribusi dalam ketahanan pangan,” ujar Rusli, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, kegiatan pertanian yang melibatkan warga binaan merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.
Rusli menjelaskan, seluruh proses budidaya kangkung dilakukan oleh warga binaan yang tergabung dalam program asimilasi kerja. Para wabin mendapat pembinaan mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga perawatan tanaman sampai masa panen.
Selain menghasilkan produk pertanian, program tersebut juga bertujuan membangun pola pikir produktif serta menumbuhkan kemandirian warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Melalui Program Akselerasi Imipas ini, target kita bukan hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mengubah mindset dan memberi skill kepada warga binaan. Harapannya, ketika mereka bebas nanti, keterampilan bertani ini bisa menjadi modal mereka untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif,” kata Rusli.
Ia menambahkan, hasil panen kangkung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan di dapur rutan guna meningkatkan kualitas gizi warga binaan. Sebagian hasil lainnya juga dapat dipasarkan, dengan hasil penjualannya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta menjadi premi bagi warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Rusli menegaskan, keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga binaan.
Dengan panen yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Donggala berharap program pembinaan kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....