Basarnas Palu Tutup Operasi Pencarian Warga Hanyut di Sungai Lariang

  • 23 Jun 2026 14:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Poso - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu secara resmi menutup Operasi SAR terhadap satu orang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Lariang, Kabupaten Poso. Keputusan ini diambil setelah pergerakan tim di lapangan selama sepekan terakhir tidak membuahkan hasil.

Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan melakukan berbagai upaya pencarian, baik melalui penyisiran menggunakan perahu karet maupun pencarian darat dengan berjalan kaki menyusuri tepian sungai mengikuti arah aliran Sungai Lariang. Namun hingga hari terakhir operasi, korban belum berhasil ditemukan.

"Hingga operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan. Penutupan operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama sesuai prosedur yang berlaku," Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Basarnas Palu, Rusmadi, dalam keterangannya, Sabtu 20 Juni 2026.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Arus Sungai Lariang yang cukup deras serta banyaknya bebatuan di sepanjang aliran sungai menyebabkan penggunaan perahu karet tidak dapat dilakukan secara maksimal pada seluruh area pencarian.

"Kondisi ini mengharuskan tim melakukan penyisiran tambahan melalui jalur darat untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dilalui perahu," tuturnya.

Setelah dilakukan evaluasi bersama unsur SAR yang terlibat dan pihak keluarga korban, operasi pencarian dinyatakan ditutup sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya pemantauan akan dilakukan oleh keluarga dan masyarakat setempat dan memastikan operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Polsek Lore Tengah, dan BPBD Kabupaten Poso. Selain itu, pencarian ini juga melibatkan Mapala Imunitas, Pemerintah Desa Doda Lore, serta masyarakat setempat.

"Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur sar yang telah membantu melakukan pencarian," ucap Rusmadi.

Berdasarkan kronologi yang diterima dari Kepala Desa Doda Lore, korban bernama Gito Aprianto (31) bersama adiknya sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi penambangan emas di kawasan Bulu Tuwo. Saat menyeberangi Sungai Lariang, korban terseret arus sungai.

Adik korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil menyelamatkan korban akibat kuatnya arus. Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada 14 Juni 2026 pukul 10.10 WITA.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....