Donggala Libatkan Mahasiswa UGM-Untad Dukung Penyelesaian Persoalan Desa

  • 22 Jun 2026 19:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala mendorong keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tadulako (Untad) untuk membantu menjawab berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

"Mahasiswa perlu dilibatkan dalam berbagai program pembangunan daerah agar ide dan inovasi yang dimiliki dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat menerima 30 mahasiswa KKN dari UGM dan Untad di Banawa, Senin, 22 Juni 2026.

Sebanyak 30 mahasiswa dari UGM dan Untad akan melaksanakan KKN di Desa Limboro dan Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, selama Juni hingga Agustus 2026. Kehadiran mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Vera, Kabupaten Donggala saat inj masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelautan, pariwisata hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebab itu, pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

“Saya instruksikan kepada para kepala OPD, camat maupun kepala desa untuk membimbing mereka dengan baik, menempatkan mereka sesuai kompetensinya, melibatkan mereka dalam kegiatan strategis, dan menjadikan mereka mitra kerja yang produktif,” ujarnya.

Ia berharap para mahasiswa mampu menggali berbagai potensi sekaligus permasalahan yang ada di masyarakat, kemudian menghadirkan gagasan dan program yang dapat membantu percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Prof. Nizam mengatakan, program KKN merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan bersama,” kata Nizam.

Ia menjelaskan, berbagai isu strategis seperti kesehatan, ketahanan pangan, tata kelola pemerintahan, pembangunan desa, hingga pelestarian lingkungan menjadi ruang pengabdian yang dapat dikerjakan secara bersama-sama selama pelaksanaan KKN.

Senada, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Andi Rusdin mengatakan kegiatan KKN harus mampu menghasilkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga harus mampu membantu menyelesaikan persoalan yang ditemukan di lapangan.

“Kegiatan KKN pada dasarnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan tempat mahasiswa melaksanakan pengabdian,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Donggala berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pembangunan desa yang berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....