Peduli Lingkungan, KKN UGM–Untad Hadirkan Program Restorasi Terumbu Karang

  • 04 Agt 2026 13:31 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tadulako (Untad) memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan melalui kegiatan restorasi terumbu karang bertajuk "Satria Laut 2026". Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Kaluku, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Program restorasi terumbu karang ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN asal UGM yang melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut menerapkan model restorasi Kebun Karang, sebuah metode yang sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki biaya yang relatif terjangkau.

Metode Kebun Karang dilakukan dengan memanfaatkan karang mati yang dikumpulkan dan disusun membentuk struktur menyerupai piramida. Di atas susunan karang tersebut kemudian ditempatkan bibit karang yang masih hidup, lalu diikat menggunakan kabel ties agar tetap kokoh dan dapat tumbuh secara alami.

Dari proses restorasi ini berhasil terbentuk enam rumpun tumpukan karang yang diharapkan mampu menjadi media pertumbuhan terumbu karang baru serta habitat bagi berbagai biota laut. Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari jajaran pimpinan Universitas Tadulako.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng., bersama para Wakil Rektor, para Dekan, serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untad melakukan kunjungan ke lokasi kegiatan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung pelaksanaan program KKN Kolaborasi UGM–Untad, termasuk kegiatan restorasi terumbu karang yang dilaksanakan di kawasan pesisir Banawa Tengah.

“Tentu kita dukung upaya restorasi terumbu karang di daerah ini, karena ini merupakan bagian dari pelestarian lingkungan khususnya laut. Kemudian ini juga bisa menjadi bagian dari pengabdian kampus,” jelas Rektor, Senin, 03 Agustus 2026.

Kehadiran pimpinan Untad menjadi bentuk dukungan terhadap program pengabdian mahasiswa yang menggabungkan aspek pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat, program Satria Laut 2026 diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem pesisir serta meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya konservasi laut di Sulawesi Tengah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....