Pemprov Sulteng Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
- 21 Jun 2026 20:13 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan untuk membantu kelancaran pendataan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Anwar Hafid usai kegiatan pencanangan SE2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah di Lapangan Vatulemo Kota Palu, Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, jajaran Forkopimda, BPS, serta mitra statistik.
Anwar mengatakan pemerintah daerah akan mendukung penuh pelaksanaan sensus yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus ekonomi sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Saya akan meminta seluruh bupati, wali kota, kepala desa, dan lurah untuk mendampingi petugas sensus agar proses pendataan berjalan lebih mudah dan optimal,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah akan membantu petugas dalam menjangkau masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam memberikan data yang akurat. Menurut Anwar, kualitas data menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program pembangunan dan penyaluran bantuan pemerintah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas yang melakukan pendataan di lapangan.
"Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah jangan alergi dengan petugas sensus yang datang di rumah kita, mohon berikan keterangan yang sebaik-baiknya sehingga data kita di Sulawesi Tengah ini menjadi akurat," ucap Anwar.
Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiawan, mengatakan Sensus Ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Pendataan dilakukan secara langsung untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi masyarakat.
Menurut Dadang, hasil sensus akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Data yang diperoleh juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang perlu didorong dan dikembangkan.
“Hasil sensus ini untuk melihat potensi ekonomi daerah, mana yang perlu didorong dan dikembangkan. Dengan ekonomi yang baik, tentu kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.
Dadang mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pelaksanaan SE2026. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan sensus.
“Alhamdulillah Sulawesi Tengah mendapat dukungan yang luar biasa dari pemerintah provinsi. Dengan dukungan ini kami berharap masyarakat Sulawesi Tengah dapat turut membantu dan menyukseskan program ini,” ucapnya.
Pencanangan SE2026 di Sulawesi Tengah dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di Lapangan Vatulemo. Kegiatan tersebut ditandai dengan pembacaan deklarasi dukungan dan penabuhan gimba sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus ekonomi di Sulawesi Tengah.
Pelaksanaan SE2026 di Sulawesi Tengah akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Hasil pendataan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....