Bappenas Dorong Banggai Perkuat Penanggulangan Bencana Berbasis Risiko

  • 16 Jun 2026 20:26 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Banggai – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mendorong Pemerintah Kabupaten Banggai untuk terus memperkuat implementasi kebijakan penanggulangan bencana berbasis risiko sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan daerah terhadap berbagai potensi bencana.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banggai di Ruang Rapat Pahangkabotan Kantor Bappeda Banggai, Luwuk Selatan, Senin, 15 Juni 2026.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan penanggulangan bencana di tingkat daerah.

“Tiga hal yang menjadi fokus Bappenas yaitu terkait manajemen data dan informasi kebencanaan, ekosistem peringatan dini dan aksi dini, serta penataan ruang berbasis risiko,” ujar Medrilzam.

Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif, terutama bagi daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Selain itu, Bappenas juga mendorong Pemerintah Kabupaten Banggai agar menerapkan pendekatan Risk-Based Planning Approach (RBPA) atau perencanaan berbasis risiko dalam penyusunan tata ruang dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Banggai, Pupung Diliyanto, mengungkapkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi daerah tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah telah memasukkan berbagai indikator kebencanaan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk target peningkatan ketahanan daerah dan pengurangan risiko bencana hingga tahun 2029.

“Hal itu sudah tertuang dalam RPJMD,” kata Pupung.

Ia menjelaskan, Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Banggai pada tahun 2025 berada pada angka 0,39 yang masih masuk kategori rendah. Pemerintah daerah menargetkan indeks tersebut meningkat menjadi 0,51 atau kategori sedang pada tahun 2029.

Di sisi lain, Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Kabupaten Banggai yang pada 2025 tercatat sebesar 156,37 ditargetkan turun menjadi 119,28 pada 2029. Penurunan angka tersebut diharapkan mencerminkan meningkatnya kapasitas daerah dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....