Yayasan Sheep Indonesia Ajak Media Perkuat Literasi Kebencanaan
- 16 Jun 2026 17:40 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Yayasan Sheep Indonesia terus memperkuat literasi mitigasi bencana serta upaya adaptasi dan mitigasi untuk perubahan iklim di Sulawesi Tengah. Beberapa program edukasi dan sosialisasi telah digagas di beberapa titik Palu, Sigi, Donggala (Pasigala).
Area Manager Sulawesi Tengah Yayasan Sheep Indonesia, Masturidho, menyebut wilayah ini dipilih mengingat risiko bencana hidrometeorologi yang cukup besar di daerah tersebut. Organisasi ini mengambil dua kawasan (landscape) di Sulawesi Tengah, yaitu kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu dan Pesisir Pantai Barat Donggala - Palu.
"DAS Palu kita ambil batas lingkupnya dari Dolo Selatan sampai ke Kota Palu. Kemudian kami mengambil satu landskap lagi, Pantai Barat Donggala-Palu," ucap Ridho dalam sambutannya di kegiatan Diskusi Jurnalis di La Toratima, Sabtu 13 Juni 2026.
Selain itu, lembaga ini juga mengkaji kondisi kebijakan di Sulawesi Tengah yang mengintegrasikan pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim, yang disebutnya masih minim. Karena itu ia menegaskan pentingnya peran media untuk mendorong lahirnya regulasi, sekaligus membangun kesadaran publik dan memperkuat literasi kebencanaan.
"Maka dari itu kami mencoba membangun ekosistemnya, salah satunya dengan mengumpulkan beberapa teman-teman NGO dalam wadah bernama Kelompok Kerja Advokasi dan Campaign untuk mengurangi diskriminasi dan adaptasi perubahan iklim di Sulawesi Tengah. Untuk menguatkan proses itu juga dibutuhkan dorongan dari media," tuturnya.
Ridho menambahkan, guna memperkuat peran media sebagai pemberi informasi kepada masyrakat Yayasan Sheep Indonesia bersama Pokja Advokasi PRB-API berbasis Lanskap telah menggelar diskusi Jurnalis dengan tema "Menguatkan Narasi Media tentang Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim di Palu - Sigi - Donggala". Kegiatan ini menghadirkan berbagai lembaga terkait sebagai narasumber, seperti BMKG, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, FPRB Sulawesi Tengah, serta jurnalis media lingkungan Rindang.id.
Yayasan Sheep Indonesia juga telah menyiapkan agenda lanjutan berupa program fellowship untuk jurnalis dari tiga media terpilih. Ia berharap melalui program ini, ekosistem literasi mitigasi bencana yang melibatkan berbagai unsur terkait dapat terbangun kuat ke depannya.
"Upaya ini kami coba lakukan agar sedikit demi sedikit ekosistemnya bisa terbangun," kata Ridho.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....