Jaga Mutu Komoditas Khas, Kanwil Kemenkum Sulteng Evaluasi Pengawasan IG

  • 12 Jun 2026 14:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) memperketat pengawalan terhadap keaslian komoditas unggulan daerah melalui Divisi Pelayanan Hukum. Lembaga ini menggelar Rapat Tim Pengawasan Indikasi Geografis (IG) di Aula Garuda pada Kamis 11 Juni 2026, guna mengevaluasi efektivitas proteksi produk bersertifikat khusus tersebut.

Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy, dengan didampingi Kadiv Pelayanan Hukum I Putu Dharmayasa serta Kabid Pelayanan KI Aida Julpha Tangkere. Forum koordinasi ini difungsikan sebagai wadah penyaringanlaporan pengawasan lapangan terhadap seluruh produk lokal Sulteng yang telah mengantongi hak paten geografis dari negara.

Langkah monitoring berkala ini dinilai krusial untuk menjamin bahwa seluruh produk komersial yang beredar di bawah label IG tetap mempertahankan reputasi, kualitas rasa, dan karakteristik wilayah asalnya. Dengan pengawasan berkala, produk Indikasi Geografis dappat berjalan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam forum ini, tim fungsional mengurai peta kendala teknis serta menyamakan persepsi mengenai standardisasi mekanisme pelaporan dari lapangan. Keseragaman ini dirancang agar penindakan hukum administrasi bisa segera dieksekusi apabila ditemukan adanya penyimpangan spesifikasi produk oleh kelompok masyarakat terkait.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, dalam keterangannya menekankan bahwa kepemilikan sertifikat HAKI bukanlah akhir dari sebuah upaya perlindungan hukum. Pengawasan disebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perlindungan Indikasi Geografis.

“Pendaftaran Indikasi Geografis bukanlah akhir dari proses perlindungan. Setelah terdaftar, diperlukan pengawasan yang berkelanjutan untuk memastikan karakteristik, kualitas, dan reputasi produk tetap terjaga sesuai dokumen deskripsi yang telah ditetapkan,” ujar Rakhmat Renaldy.

Ia menekankan kesamaan parameter penilaian di antara para pengawas lapangan merupakan kunci utama agar perlindungan aset daerah bernilai strategis ini bisa menyentuh target maksimal. Keberhasilan mempertahankan autentisitas produk lokal diklaim menjadi kunci unutk memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan di pasar domestik maupun internasional.

“Melalui evaluasi dan penyamaan persepsi ini, kami ingin memastikan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pengawasan. Dengan demikian, produk Indikasi Geografis Sulawesi Tengah dapat terus terjaga kualitasnya dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....