Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Lindungi Produk Durian di Banggai
- 12 Apr 2026 16:32 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Banggai – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) mengajak Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kualitas Durian Asaan Pagimana dan Durian Nambo. Langkah ini dilakukan guna memastikan kedua komoditas unggulan asal Kabupaten Banggai tersebut tetap memiliki reputasi yang kuat di pasar nasional maupun internasional.
Upaya tersebut disampaikan dalam rapat Evaluasi Hasil Pemeriksaan Substantif IG yang digelar Kamis 9 April 2026 di Kantor BRIDA Banggai. Kegiatan ini melibatkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait
Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, dalam keterangannya menegaskan bahwa konsistensi mutu adalah kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan konsumen terhadap produk Indikasi Geografis. Ia meminta MPIG menjadi garda terdepan dalam pengawasan internal agar setiap durian yang dipasarkan benar-benar mencerminkan karakteristik khas wilayah asalnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional yang ketat bagi para petani dan pengelola durian di lapangan. Menurutnya, kekompakan seluruh anggota MPIG menjadi penentu eksistensi produk.
“MPIG harus menjadi garda terdepan dalam memastikan standar mutu tetap terjaga, karena kualitas adalah wajah dari Indikasi Geografis kita,” ujar I Putu Dharmayasa.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menambahkan bahwa sertifikat IG merupakan langkah awal dari perjuangan panjang melindungi kekayaan daerah. Komitmen bersama menjadi kunci untuk menjaga nama baik produk dan tidak membiarkan standarnya menurun seiring berjalannya waktu.
“Keberhasilan Indikasi Geografis bukan hanya pada saat mendapatkan sertifikat, tetapi bagaimana kita menjaga reputasi itu dalam jangka panjang. MPIG memiliki peran strategis untuk memastikan hal tersebut,” ucap Rakhmat Renaldy.
Kemenkum Sulteng optimis bahwa dengan pengelolaan yang profesional, Durian Asaan Pagimana dan Durian Nambo akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Banggai. Melalui kolaborasi lintas sektor, komoditas ini diharapkan segera mendunia dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....