KPID dan Dispusaka Sulteng Satukan Visi Perkuat Literasi

  • 10 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah melakukan audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala Dispusaka, Siti Rachmi Amir Singi, Selasa 9 Juni 2026.

Aktivitas koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan tugas, fungsi, serta wewenang pengawasan lembaga penyiaran di tingkat daerah. Langkah taktis tersebut bergerak di bawah koridor hukum yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Ketua KPID Sulteng, Andi Kaimuddin, menjelaskan bahwa kedatangan komisioner bertujuan untuk menyelaraskan program kerja antar-instansi yang berfokus pada perluasan akses informasi publik. Penyelarasan ini diharapkan mampu mempercepat indeks literasi masyarakat di era digitalisasi media.

"Kami datang dengan maksud untuk mengkolaborasikan dan menselaraskan program yang ada di KPID dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, khususnya berkaitan dengan literasi," ujar Ketua KPID Sulteng, Andi Kaimuddin dalam keteranagannya.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Dispusaka dipimpin langsung oleh sang kepala dinas bersama Sekretaris Dinas Muh. Idham Khalid, Kabid P3KM Munashir, serta Kabid Layanan Nurseha. Sementara itu, delegasi KPID Sulteng dipimpin oleh Andi Kaimuddin yang didampingi tiga komisioner lainnya, yakni Yeldi S Adel, Faras Muhadzhib, dan Mita Meinansi.

Dalam pertemuan itu, Dispusaka Sulteng mengajukan rencana pengisian konten podcast kepada mitra KPID dan kolaborasi media sosial yang dapat dilakukan demi menjaga keberlanjutan dunia literasi di era modern. Dispusaka Sulteng juga berharap agar KPID turut menyosialisasikan aturan serta akuntabilitas berkaitan dengan perpustakaan sekolah.

Pertemuan diakhiri dengan penyatuan visi antara lembaga penyiaran yang bertugas mengawasi isi konten siaran dengan pengawal literasi. Integrasi antara pengawas isi siaran dan pengawal dunia literasi ini diyakini mampu melahirkan stimulus positif bagi kecerdasan publik secara inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....