Gandeng KPID, BPOM Palu Dorong Program IDAMAN

  • 10 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Tengah menghadiri sosialisasi sekaligus peluncuran program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diinisiasi oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Selasa 9 Juni 2026. Agenda strategis yang dihadiri oleh Wakil Ketua KPID Sulteng, Muhammad Ramadhan Tahir, tersebut dipusatkan di Aula Posintomu Kantor BPOM Palu.

Sosialisasi tersebut dirangkaikan dengan Kick Off Program IDAMAN yang diselenggarakan BPOM RI secara daring. Pemerintah Kota Palu yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan turut memantau jalannya kegiatan edukasi massal tersebut dari jarak jauh.

Kepala BPOM Palu, Mardianto, secara resmi membuka forum yang dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan, akademisi, asosiasi profesi, serta para pelaku UMKM obat bahan alam. Mardianto menjelaskan bahwa program IDAMAN dibentuk untuk mendorong indeks literasi masyarakat serta menjaga keberlanjutan produk jamu Nusantara di pasar lokal.

"Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin cerdas memilih jamu yang aman dengan selalu menerapkan Cek Klik (kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakannya," kata Mardianto dalam sambutannya.

Sementara itu Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, dalam arahannya yang disiarkan dari Semarang mengungkapkan jamu tidak hanya merupakan produk kesehatan tradisional. Namun juga warisan budaya bangsa yang telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 6 Desember 2023.

“Pengakuan UNESCO menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengangkat jamu sebagai produk kesehatan modern yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing di pasar global. Jamu adalah identitas budaya bangsa sekaligus kekuatan ekonomi rakyat yang harus kita jaga bersama,” ujar Taruna Ikrar.

Pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat Nusantara diklaim telah terdokumentasi dengan baik sejak puluhan ribu tahun silam. Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja) mencatat Indonesia memiliki modal kekayaan hayati berupa 10.000 ramuan tradisional dan hampir 20.000 jenis flora herbal.

"Saat ini, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa lebih dari 10.000 ramuan tradisional dan hampir 20.000 jenis tanaman obat yang terdokumentasi melalui Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja). Dari sisi industri, sektor obat bahan alam terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan," ungkapnya.

Lebihb lanjut, data BPOM mencatat terdapat 141 Industri Obat Bahan Alam (IOBA), 19 Industri Ekstrak Obat Bahan Alam (IEBA), 360 Usaha Mikro Obat Bahan Alam (UMOBA), 744 Usaha Kecil Obat Bahan Alam (OKOBA), serta lebih dari 10.000 perajin jamu tradisional di seluruh Indonesia. Tingginya penetrasi pasar tersebut linear dengan hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang menunjukkan 36,9 persen warga rutin mengonsumsi obat tradisional.

Meski demikian, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa potensi besar tersebut masih menghadapi tantangan serius. Pengawasan BPOM sepanjang tahun 2025 menemukan 206 produk dari 11.654 sampel obat bahan alam dan suplemen kesehatan positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO).

Selain itu, Taruna Ikrar menyebut patroli siber BPOM juga menemukan lebih dari 39 ribu tautan penjualan produk obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.

“Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat harus terus diperkuat. Jamu yang aman dan berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga masyarakat,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....