Pemkot Palu dan Bank BTN Bagikan Rompi bagi UMKM Dorong Transaksi Digital

  • 09 Jun 2026 15:41 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu bersama Bank BTN membagikan rompi identitas secara simbolis kepada para pelaku UMKM yang berjualan di Kawasan Baruga Street Food, Senin 8 Juni 2026 malam. Langkah ini diambil sebagai mempertegas legalitas identitas para pedagang di pusat kuliner tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, hadir langsung memberikan atribut pengenal tersebut kepada perwakilan pedagang. Ia mengungkapkan, rompi ini wajib dikenakan oleh seluruh pedagang yang telah terdata selama beraktivitas.

"Semua pelaku usaha ini sudah terdata. Jadi akan digunakan sebagai identitas, selama beraktivitas itu akan menggunakan rompi itu," ujar Irmayanti saat ditemui seusai kegiatan.

Ia menambahkan, di bagian saku rompi tersebut, akan disediakan kode batang (barcode) khusus. Melalui pemindaian kode tersebut, para konsumen dapat mengetahui informasi lebih lanjut terkait usaha tersebut, seperti nama lapak, penanggung jawab, dan alamat usaha.

"Kemudian nanti ada barcode mengenai informasi terkait data-data pelaku usaha," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Palu BTN, Sigit Sulistiyo, menuturkan bahwa selain sebagai pengenal identitas untuk pelaku usaha, kode batangtersebut juga nantinya dapat digunakan untuk mempermudah transaksi digital. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, yang mendorong penggunaan transaksi non-tunai.

"Semua nanti menggunakan QRIS, jadi mengurangi penggunaan uang tunai, termasuk di Pasar Tavanjuka juga yang sekarang sudah harus menggunakan QRIS," tutur Sigit.

Pada tahap pertama penyaluran, Pemerintah Kota Palu bersama Bank BTN akan membagikan ke 640 pelaku usaha yang tersebar di berbagai titik. Diharapkan sebelum 17 Agustus nanti, lebih dari 3500 pelaku UMKM yang terdata telah menerima rompi tersebut dan menjalankan transaksi digital secara utuh.

"Kita juga pengadaannya cukup banyak, hampir 3500, mungkin nanti masih bisa bertambah," ucapnya.

Selain itu, warna dari rompi ini akan dibedakan berdasarkan zonasi lokasi berjualan dari para pedagang. Diharapkan melalui kolaborasi ini, pemberdayaan UMKM dapat berjalan optimal, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....