Lantik 11 Kepala Sekolah, Wali Kota Palu Tekankan Integritas

  • 08 Jun 2026 15:01 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, secara resmi melantik 11 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Palu, Sabtu, 6 Juni 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota Palu. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti.

Adapun 11 kepala sekolah yang dilantik yakni Kepala SMP Negeri 11 Palu, SD Negeri 5 Kayumalue Ngapa, SD Inpres 1 Lolu, SD Negeri Lasoani, SD Inpres 5 Taipa Laga, SD Inpres 1 Birobuli, SD Inpres 2 Lolu, SD Inpres 12 Baiya, SD Negeri 11 Palu, SD Inpres 2 Lasoani, dan SD Inpres Palupi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Palu menyampaikan penghargaan kepada para ASN yang memasuki masa pensiun. Menurutnya, para purna bakti tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Pemerintah Kota Palu.

“Meskipun telah memasuki masa purna bakti, mereka tetap merupakan bagian dari keluarga besar ASN Pemerintah Kota Palu. Hubungan baik yang selama ini terjalin harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, wali kota menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi. Ia menyebut pelantikan ini merupakan hasil dari kerja keras para Kepala Sekolah dan berdasarkan hasil penilaian.

“Tidak ada intervensi apa pun, baik yang bersifat material maupun hal-hal lainnya. Hasil ini murni karena kemampuan dan kompetensi bapak ibu sekalian,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah yang memiliki tanggung jawab besar dalam membina seluruh warga sekolah. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menjadi pembina bagi diri sendiri, guru, peserta didik, maupun seluruh entitas yang ada di sekolah.

“Kepala sekolah adalah top manager. Bapak ibu akan diuji melalui jabatan yang diemban hari ini. Bangun komunikasi yang baik dan kekeluargaan dengan seluruh guru tanpa mengesampingkan profesionalitas kerja,” ucap Hadianto.

Wali kota juga meminta para kepala sekolah menghindari sikap arogan, represif, dan otoriter dalam menjalankan tugas. Selain itu, wali kota mengingatkan pentingnya menghormati seluruh pihak yang berkontribusi terhadap perkembangan sekolah, termasuk masyarakat yang telah menghibahkan lahan demi terselenggaranya layanan pendidikan.

“Jangan sampai kita melupakan sejarah. Banyak sekolah di Kota Palu berdiri di atas tanah hibah masyarakat yang berharap pendidikan dapat berjalan dengan baik di wilayah mereka,” ungkap wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Hadianto memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Wali kota meminta seluruh kepala sekolah mengelola dana tersebut secara cerdas, transparan, dan akuntabel.

“Pengelolaan BOS selalu menjadi catatan dalam berbagai evaluasi. Karena itu saya minta agar dana BOS dikelola dengan berkualitas dan penuh tanggung jawab. Jangan menerapkan manajemen satu arah. Libatkan seluruh unsur sekolah dalam mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan, dan melaksanakan program,” ucapnya.

Lebih lanjut, wali kota menginstruksikan seluruh sekolah untuk mulai menerapkan program tabungan pelajar dengan nominal Rp2.000 per hari bagi setiap siswa. Menurut wali kota, program tersebut bertujuan menanamkan budaya menabung sejak dini serta memberikan bekal keuangan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di sekolahnya.

“Dana itu nantinya disetorkan ke bank dan buku tabungannya diberikan kepada siswa. Tabungan tersebut dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sekolahnya. Ini untuk mengajarkan anak-anak kita hidup hemat dan menyiapkan masa depan mereka,” jelas wali kota.

Wali kota bahkan menegaskan akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah mulai Senin mendatang untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik. Selain budaya menabung, wali kota juga mendorong pemanfaatan layanan Bus Transpalu oleh para pelajar.

“Anak-anak kita tidak disarankan menggunakan kendaraan pribadi. Bus Transpalu masih sangat efektif dan gratis bagi para pelajar. Mari manfaatkan fasilitas ini,” ucapnya.

Tak kalah penting, wali kota meminta seluruh sekolah membangun budaya hidup bersih dan disiplin melalui berbagai program kebersihan lingkungan sekolah. Menurut wali kota, pembentukan karakter siswa harus dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.

“Dengan mengajarkan hidup bersih, kita sedang membangun mentalitas anak-anak kita. Karena itu saya berharap seluruh sekolah di Kota Palu mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata,” ujar wali kota.

Di akhir arahannya, wali kota menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan keagamaan melalui kegiatan Imtaq setiap hari Jumat. Kepada para ASN yang memasuki masa purna bakti, wali kota kembali berpesan agar tetap menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Kota Palu dan tidak ragu untuk terus berkontribusi melalui pengalaman serta pengabdiannya kepada masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....