Banggai Raih Penghargaan Penyusunan Dokumen PJPK Berkualitas 2025
- 04 Jun 2026 16:35 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Banggai – Pemerintah Kabupaten Banggai meraih penghargaan Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas Tahun 2025 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, kepada Bupati Banggai Amirudin di Ruang Rapat Umum Setda Banggai, Luwuk Selatan, Kamis, 4 Juni 2026. Penyerahan dilakukan di sela kegiatan fasilitasi pelaksanaan Program Bangga Kencana bagi para penyuluh KB/PLKB se-Kabupaten Banggai.
Nuryamin mengatakan, capaian tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).
Ia menambahkan, Banggai menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tengah yang berhasil meraih penghargaan penyusunan dokumen PJPK berkualitas tingkat kabupaten/kota tahun 2025.
“Prestasi ini tentunya mengangkat nama Sulawesi Tengah,” ujar Nuryamin.
Menurutnya, dukungan Pemkab Banggai terhadap program Bangga Kencana juga terlihat dari kebijakan penempatan penyuluh KB paruh waktu di sejumlah wilayah, termasuk daerah terpencil, guna menutupi keterbatasan tenaga penyuluh.
PJPK sendiri merupakan dokumen perencanaan yang memuat arah kebijakan pembangunan kependudukan secara menyeluruh. Dokumen tersebut tidak hanya berfokus pada jumlah penduduk, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan keluarga, serta pengaturan persebaran dan mobilitas penduduk menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Banggai Amirudin menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN tersebut.
Ia menegaskan bahwa Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, sejahtera, dan berketahanan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi mencakup pembangunan keluarga secara menyeluruh, mulai dari pembinaan pasangan usia subur, keluarga dengan balita, lansia, sebagai pondasi pembangunan daerah,” ujar Bupati Amirudin.
Bupati Amirudin menambahkan, tantangan kependudukan yang semakin kompleks menuntut peran penyuluh KB/PLKB yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga komunikasi yang baik serta inovasi dalam menjalankan tugas di lapangan. Ia berharap para penyuluh dapat menjadi motor penggerak pembangunan keluarga berkualitas hingga ke pelosok desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....