Pemkab Donggala Ajak Fasilitator Desa Berkolaborasi Entaskan Kemiskinan
- 04 Jun 2026 15:38 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala mengajak seluruh fasilitator desa melalui Program Berani Mombangu untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
Ajakan itu disampaikan Wakil Bupati Donggala Taufik Burhan saat menerima 50 fasilitator desa Berani Mombangu dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kamis (4/6/2026).
Taufik mengatakan, kemiskinan masih menjadi tantangan serius yang dihadapi Kabupaten Donggala. Olehnya, diperlukan langkah percepatan melalui kerja bersama lintas sektor agar penanganannya dapat berjalan lebih efektif.
“Tantangan ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Diperkukan sinergi, integrasi, serta komitmen lintas sektor. Olehnya, momentum hari ini menjadi sangat krusial dan bermakna strategis,” kata Taufik.
Dia menilai kehadiran para fasilitator desa merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membantu daerah memperkuat upaya penanganan kemiskinan ekstrem di tingkat desa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Donggala tercatat sebesar 14,66 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 45 ribu jiwa. Angka tersebut menempatkan Donggala sebagai salah satu dari enam kabupaten di Sulawesi Tengah yang tingkat kemiskinannya masih berada di atas rata-rata provinsi.
“Dukungan ini laksana angin segar yang memperkuat fondasi pembangunan yang sedang kami jalankan di tingkat akar rumput (desa),” ujarnya.
Taufik menegaskan, para fasilitator desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelaksanaan Program Berani Mombangu di lapangan. Ia menyebut tugas yang diemban bukanlah pekerjaan ringan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Untuk itu, ia meminta para fasilitator segera beradaptasi dengan lingkungan desa penugasan masing-masing, mulai dari karakteristik wilayah, budaya, hingga potensi desa yang ada. Selain itu, fasilitator juga diminta untuk memperkuat basis data kemiskinan agar intervensi program pemerintah tepat sasaran.
"Jalin juga komunikasi yang harmonis dengan kepala desa, perangkat desa, serta tokoh masyarakat demi kelancaran program," tuturnya.
Lebih lanjut, kepada para camat, lurah, dan kepala desa, Taufik turut menginstruksikan agar memberikan dukungan penuh kepada para fasilitator yang bertugas di wilayah masing-masing.
“Saya instruksikan agar menerima para fasilitator ini dengan tangan terbuka. Berikan dukungan, ruang, dan fasilitas yang memadai agar mereka dapat bekerja secara optimal demi kesejahteraan warga kita,” ucapnya.
Adapun untuk 50 fasilitator ini ditugaskan di 50 desa/kelurahan pada lima kecamatan yakni Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Tanantovea, dan Labuan. Sementara penugasannya terhitung sejak Mei hingga Desember mendatang dengan pembiayaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....